Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demo terkait Covid-19 di Jerman Memakan Korban
Peristiwa
19 jam yang lalu
Demo terkait Covid-19 di Jerman Memakan Korban
2
AS Borong 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Internasional
18 jam yang lalu
AS Borong 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19
3
Buntut dari Bertambahnya Jumlah Tenaga Medis RSUD AWS Positif Covid-19
Kesehatan
17 jam yang lalu
Buntut dari Bertambahnya Jumlah Tenaga Medis RSUD AWS Positif Covid-19
4
Aturan MA, Korupsi di Atas Rp100 Miliar bisa Dipidana Seumur Hidup
Hukum
18 jam yang lalu
Aturan MA, Korupsi di Atas Rp100 Miliar bisa Dipidana Seumur Hidup
5
Heboh Daging Kurban Bergerak Sendiri, Begini Penjelasan Direktur Halal Research Center UGM
GoNews Group
15 jam yang lalu
Heboh Daging Kurban Bergerak Sendiri, Begini Penjelasan Direktur Halal Research Center UGM
6
Laut Cina Selatan Memanas, Wakil Ketua MPR : Perkuat Pertahanan Negara
MPR RI
7 jam yang lalu
Laut Cina Selatan Memanas, Wakil Ketua MPR : Perkuat Pertahanan Negara
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2019

Bambang Nurdiansyah Lega PSIS Menjauhi Zona Tak Nyaman

Bambang Nurdiansyah Lega PSIS Menjauhi Zona Tak Nyaman
Sabtu, 23 November 2019 17:32 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BOGOR - PSIS Semarang berhasil meneruskan tren positif dengan meraup poin penuh di markas Tira Persikabo dalam lanjutan pekan ke-28 Kompetisi Sepakbola Liga 1 2019 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jumat, (22/11/2019) sore.

Dua gol kemenangan PSIS disumbangkan oleh Wallace Costa dan Komarudin pada masing-masing babak. Sementara tuan rumah sempat membalas via sepakan Ciro Alves. Hasil ini membuat Mahesa Jenar mengoleksi 34 angka meski belum beranjak dari peringkat ke-13.

Pelatih Bambang Nurdiansyah mengaku bersyukur PSIS mampu sedikit menjauh dari zona merah. Ia berharap tren ini bisa berlanjut saat menjamu PSM Makassar di hadapan publik sendiri.

"Pertama-tama puji syukur kepada Tuhan bahwa kami dapat tiga poin, kita bisa bernafas lega menjauhi zona tidak nyaman buat kami. Harapannya nanti di pertandingan berikutnya di kandang kita dapat poin lagi dan kita menjauh dari zona tidak nyaman," katanya.

Pelatih yang akrab disapa Banur ini memuji perjuangan anak asuhnya yang bertarung sampai menit akhir meski kondisi fisik tidak prima karena sebelumnya melakukan perjalanan panjang dari Malang ke Bogor menggunakan jalur darat.

"Kunci kemenangan saya pikir bukan dari saya saja. Saya hanya menyiapkan strategi, tetapi kuncinya adalah pemain kami mau menang. Sekali lagi saya ulangi saya hanya menyiapkan bagaimana harus main, tapi kuncinya pemain kami tidak mau degradasi," jelasnya.

"Sehingga mereka fight dari menit pertama sampai menit terakhir, walaupun terus terang kita cuma punya waktu tiga hari, dan naik bus pula dari Malang. Ya, semua karena yang di atas, karena Tuhan dan jerih payah pemain yang tidak mau kalah, Alhamdulillah kita dapat tiga poin," tambah Banur. ***


wwwwww