Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
9 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
11 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
4
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
13 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
5
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
7 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
11 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  Badminton
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2019

Bambang Nurdiansyah Lega PSIS Menjauhi Zona Tak Nyaman

Bambang Nurdiansyah Lega PSIS Menjauhi Zona Tak Nyaman
Sabtu, 23 November 2019 17:32 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BOGOR - PSIS Semarang berhasil meneruskan tren positif dengan meraup poin penuh di markas Tira Persikabo dalam lanjutan pekan ke-28 Kompetisi Sepakbola Liga 1 2019 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jumat, (22/11/2019) sore.

Dua gol kemenangan PSIS disumbangkan oleh Wallace Costa dan Komarudin pada masing-masing babak. Sementara tuan rumah sempat membalas via sepakan Ciro Alves. Hasil ini membuat Mahesa Jenar mengoleksi 34 angka meski belum beranjak dari peringkat ke-13.

Pelatih Bambang Nurdiansyah mengaku bersyukur PSIS mampu sedikit menjauh dari zona merah. Ia berharap tren ini bisa berlanjut saat menjamu PSM Makassar di hadapan publik sendiri.

"Pertama-tama puji syukur kepada Tuhan bahwa kami dapat tiga poin, kita bisa bernafas lega menjauhi zona tidak nyaman buat kami. Harapannya nanti di pertandingan berikutnya di kandang kita dapat poin lagi dan kita menjauh dari zona tidak nyaman," katanya.

Pelatih yang akrab disapa Banur ini memuji perjuangan anak asuhnya yang bertarung sampai menit akhir meski kondisi fisik tidak prima karena sebelumnya melakukan perjalanan panjang dari Malang ke Bogor menggunakan jalur darat.

"Kunci kemenangan saya pikir bukan dari saya saja. Saya hanya menyiapkan strategi, tetapi kuncinya adalah pemain kami mau menang. Sekali lagi saya ulangi saya hanya menyiapkan bagaimana harus main, tapi kuncinya pemain kami tidak mau degradasi," jelasnya.

"Sehingga mereka fight dari menit pertama sampai menit terakhir, walaupun terus terang kita cuma punya waktu tiga hari, dan naik bus pula dari Malang. Ya, semua karena yang di atas, karena Tuhan dan jerih payah pemain yang tidak mau kalah, Alhamdulillah kita dapat tiga poin," tambah Banur. ***

wwwwww