Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
Peristiwa
15 jam yang lalu
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
2
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
Politik
12 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
3
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
Hukum
13 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
4
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
DPR RI
12 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
5
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Peristiwa
10 jam yang lalu
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
6
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
Kesehatan
9 jam yang lalu
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Mukhtamar STII Canangkan Program '1 Kabupaten, 100 Hektar Padi'

Mukhtamar STII Canangkan Program 1 Kabupaten, 100 Hektar Padi
Ilustrasi tumbuhan padi: Wikipedia.
Sabtu, 23 November 2019 17:05 WIB
Bogor - Serikat Tani Islam Indonesia (STII) menggelar mukhtamar kelimanya di Pesantren Darul Fallah, Bogor, Jawa Barat. Hajat lima tahunan itu, berlangsung dua hari yakni Sabtu (23/11/2019) hingga Ahad (24/11/2019).

Sekretaris Jenderal STII, Fathurrahman Mahfudz menuturkan, pemilihan lokasi ini dikarenakan Pesantren Darul Fallah merupakan salah satu penggagas lahirnya STII. Pesantren yang diinisiasi oleh KH Soleh Iskandar, Mohammad Natsir dan mantan Menteri Pertanian Mohammad Sarjan ini, menjadi Pesantren terintegrasi yang memadukan antara materi keislaman dengan budi daya pangan.

"Kita ingin mengembalikan spirit teman-teman supaya memberikan komitmen yang penuh dan menyeluruh terhadap dunia pertanian," kata Fathurrahman dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/11/2019).

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, generasi muda STII perlu melihat kembali kerja para pendahulu yang telah terbukti dalam mengembangkan pesantren pertanian.

"Kiai Soleh Iskandar adalah mantan ketua umum STII dua periode-dari tahun 1952 sampai 1970, dan pengurus Masyumi," ujarnya.

Kandidat kuat Ketua Umum STII ini menjelaskan, merujuk pada tema Muktamar 'Kedaulatan Pangan Menuju Petani Sejahtera', STII ingin membuat gerakan pangan nasional yang selaras dengan program Majelis Ulama Indonesia (MUI). Mempertahankan kedaulatan pangan merupakan suatu kewajiban.

"Maka, nanti diantara program Muktamar, hari Ahad kita ada pelatihan pangan dengan mikroba google untuk meningkatkan kualitas pangan," katanya.

Dalam dua hari ke depan, akan dilakukan berbagai sidang pleno hingga pemilihan umum dan diakhiri dengan pelatihan teknologi pangan serta penandatangan kerjasama dengan PT OASE yang disaksikan oleh Bank BRI, Bulog dan Asuransi Jasindo.

"STII akan menggerakkan setiap kabupaten untuk menanam padi sebanyak 100 hektar, jika kita punya 100 kabupaten, berarti secara nasional kita menanam 10 ribu hektare. Dengan begitu kita bisa meningkatkan produktivitas dengan target delapan ton per hektar," ujarnya.

Melalui teknologi mikroba google ini, nantinya para petani dalam waktu singkat. Sehingga dalam setahun petani dapat melakukan tiga hingga empat kali panen.

"Kerja-kerja kecil yang kita lakukan serius, maka dampaknya akan sangat besar. Masalah petani kita rata-rata pascapanen, nah ini yang ingin kita garis bawahi," ucapnya.

Sementara, ketua pelaksanan Muktamar, Nu'man Iskandar mengapresiasi kerja keras panitia dan seluruh stakeholder, sehingga kegiatan ini dapat terealisasi dengan baik.

"Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras, kepada para penasehat, para donatur, dan semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan, semoga kerja keras ini berubah hasil yang baik," tuturnya.

Dia melanjutkan, selain kaya dengan sumber lndonesia merupakan negara agraris. Ini menjadikan hampir sebagian bahan makanan dapat tumbuh dengan baik di Indonesia.

"Tentu potensi ini harus kita kelola dengan baik. Indonesia pernah mendapatkan penghargaan dari FAO (Food and Agriculture Organization/Organisasi Pangan dan Pertanian) saat Pak Harto memimpin. Kesuksesan ini kami yakin dapat terulang jika kita mau bekerja keras, cerdas dan ikhlas," ujarnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Jawa Barat, DKI Jakarta, Politik, Ekonomi, GoNews Group

wwwwww