Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
9 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
11 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
5 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
6 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
11 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Badminton

PB WI Cari Atlet Untuk Kejuaraan Dunia Wushu Yunior 2022

PB WI Cari Atlet Untuk Kejuaraan Dunia Wushu Yunior 2022
Sekjen PB WI, Ngatino dan Dewi Anggi yang juga penasehat panitia panitia Festival Wushu Indonesia
Rabu, 18 Desember 2019 22:57 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Yunior 2022. Kepercayaan internasional tersebut tak akan disia-siakan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI). Mereka bakal menyiapkan atlet mulai sekarang dengan mencari bibit potensial dari berbagai kejuaraan.

Salah satu ajang yang dilirik adalah Festival Wushu bertajuk Wufest Taolu Championship 2019 yang digelar Siwo Pusat bekerjasama PB WI di Wisma Serba Guna Senayan, Jakarta, 20-22 Desember 2019.

Sekjen PB WI Ngatino mengatakan, pihaknya menyiapkan tim pemantau yang bertugas menilai setiap atlet yang bertanding di Wufest nanti. Atlet yang dibidik berusia 13 tahun karena mereka akan dipersiapkan menuju Kejuaraan Dunia 2022 di Surabaya. "Peserta festival kan nanti anak-anak. Yang memiliki prestasi baik, akan disiapkan ke Kejuaraan Dunia. Ini wadah yang tepat bagi mereka untuk menunjukkan kemampuannya," kata Ngatino di Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Dia menuturkan, Indonesia harus menggapai sukses penyelenggaraan dan prestasi pada Kejuaraan Dunia. Karenanya, mulai saat ini PB WI harus bekerja keras menyiapkan atlet agar mampu bersaing dengan negara lain. "Terima kasih juga atas ide, gagasan dan support dari Siwo Pusat atas penyelenggaraan Festival, sehingga kerjaan kami untuk melahirkan atlet sudah dibantu," ujar Ngatino.

PB WI ingin regenerasi atlet tidak terputus usai Lindswell Kwok tak melanjutkan karier selepas Asian Games 2018. Dengan banyaknya kejuaraan dan festival, lanjut dia, diharapkan muncul atlet-atlet hebat nan potensial. "Lindswell dulu lahir dari kejuaraan yunior juga. Karenanya, melalui festival akan lahir Lindswell Lindswell baru," katanya.

Di sisi lain, Ngatino juga berharap ke depan nomor sanda (tarung) harus dipertandingkan sebanyak mungkin. Upaya ini harus dilakukan agar Indonesia tak ketinggalan dengan negara lain dalam mencetak atlet.

"Ke depan harus dipikirkan pra yunior nomor sanda. Negara lain seperti China, Iran dan yang lain pasti tidak ada hentinya mencetak atlet dan pasti punya pelapis banyak. Kalau di kita, satu lapis hilang, ya sudah. Karena itu kita perlu memunculkan atlet potensial untuk terus dibina dan tentunya ini juga butuh perhatian pemerintah," tandasnya. ***

wwwwww