Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Soal Pakta Integritas, OSO: Itu Cuma Komitmen Pribadi Saja Tak Langgar AD/ART Partai

Soal Pakta Integritas, OSO: Itu Cuma Komitmen Pribadi Saja Tak Langgar AD/ART Partai
Rabu, 18 Desember 2019 19:13 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pakta integritas yang dibeberkan pendiri Partai Hanura Wiranto, oleh Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta alias OSO disebut sebagai komitmen pribadi.

OSO menyebut, hal itu tidak melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai yang berlaku.

"Itu adalah yang kita ungkapkan pada pernyataan tidak boleh mengkhianati partai, tak boleh melakukan pembohongan opsi-opsi yang ada di AD/ART. Di luar itu komitmen pribadi," tegas OSO dalam jumpa pers, di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (18/12/2019).

OSO sendiri, terpilih kembali secara aklamasi menjadi Ketua Umum Partai Hanura dalam Musyawarah Nasional III, 17-18 Desember 2019, di Hotel Sultan Jakarta.

Untuk itulah, OSO merasa mempunyai wewenang penuh untuk memimpin Hanura hari ini, dan bisa meniadakan komitmen yang dibangunnya bersama dengan Wiranto.

"Kekuasaan tertinggi ada di Munas ini. Soal saya jadi ketum sampai 2019? Itu kalau saya tidak dipilih lagi, mungkin saya selesai. Tapi saya diminta, didaulat lagi untuk memimpin partai ini," jelas OSO mengungkapkan.

Sebelumnya, mantan Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto mengingatkan Ketua Umum Partai Hanura OSO untuk mundur sebagaimana pakta integritas yang pernah ditandatangi dalam Munaslub.

Dalam pakta integritas yang juga ditandatangani oleh politikus senior Partai Hanura Jenderal TNI (Purn) Subagyo dan Jenderal Pol (Purn) Chairuddin menyepakati, bahwa OSO ditunjuk sebagai ketua umum hanya sampai periode 2019.

OSO juga diminta membawa Partai Hanura menang dalam Pemilu Legislatif tahun 2019, serta menjamin penambahan kursi Partai Partai di DPR dari jumlah sebelumnya.

Saat itu kata Wiranto, OSO juga sepakat bahwa dirinya akan mematuhi aggaran dasar AD/ART Partai Hanura. Namun, Wiranto menilai OSO telah gagal.***

wwwwww