Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Instiawati Ayus dan YIRA Kebut Perhutanan Sosial Riau
Lingkungan
15 jam yang lalu
Instiawati Ayus dan YIRA Kebut Perhutanan Sosial Riau
2
Soal Isu Terduga Pemalsuan SNI, Pengusaha Kimin Tanoto Merasa Disudutkan Media
Hukum
7 jam yang lalu
Soal Isu Terduga Pemalsuan SNI, Pengusaha Kimin Tanoto Merasa Disudutkan Media
3
Rencananya, Angkatan Ke-IV Kartu Prakerja Dimulai Akhir Juli 2020
Pemerintahan
13 jam yang lalu
Rencananya, Angkatan Ke-IV Kartu Prakerja Dimulai Akhir Juli 2020
4
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
Ekonomi
12 jam yang lalu
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
5
Spekulasi Dampak Terburuk Pandemi Berakhir sempat Lemahkan Dolar
Ekonomi
13 jam yang lalu
Spekulasi Dampak Terburuk Pandemi Berakhir sempat Lemahkan Dolar
6
Dunia Berubah, Presiden Minta Perwira Muda TNI-Polri Kuasai Teknologi
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Dunia Berubah, Presiden Minta Perwira Muda TNI-Polri Kuasai Teknologi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Soal Pakta Integritas, OSO: Itu Cuma Komitmen Pribadi Saja Tak Langgar AD/ART Partai

Soal Pakta Integritas, OSO: Itu Cuma Komitmen Pribadi Saja Tak Langgar AD/ART Partai
Rabu, 18 Desember 2019 19:13 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pakta integritas yang dibeberkan pendiri Partai Hanura Wiranto, oleh Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta alias OSO disebut sebagai komitmen pribadi.

OSO menyebut, hal itu tidak melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai yang berlaku.

"Itu adalah yang kita ungkapkan pada pernyataan tidak boleh mengkhianati partai, tak boleh melakukan pembohongan opsi-opsi yang ada di AD/ART. Di luar itu komitmen pribadi," tegas OSO dalam jumpa pers, di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (18/12/2019).

OSO sendiri, terpilih kembali secara aklamasi menjadi Ketua Umum Partai Hanura dalam Musyawarah Nasional III, 17-18 Desember 2019, di Hotel Sultan Jakarta.

Untuk itulah, OSO merasa mempunyai wewenang penuh untuk memimpin Hanura hari ini, dan bisa meniadakan komitmen yang dibangunnya bersama dengan Wiranto.

"Kekuasaan tertinggi ada di Munas ini. Soal saya jadi ketum sampai 2019? Itu kalau saya tidak dipilih lagi, mungkin saya selesai. Tapi saya diminta, didaulat lagi untuk memimpin partai ini," jelas OSO mengungkapkan.

Sebelumnya, mantan Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto mengingatkan Ketua Umum Partai Hanura OSO untuk mundur sebagaimana pakta integritas yang pernah ditandatangi dalam Munaslub.

Dalam pakta integritas yang juga ditandatangani oleh politikus senior Partai Hanura Jenderal TNI (Purn) Subagyo dan Jenderal Pol (Purn) Chairuddin menyepakati, bahwa OSO ditunjuk sebagai ketua umum hanya sampai periode 2019.

OSO juga diminta membawa Partai Hanura menang dalam Pemilu Legislatif tahun 2019, serta menjamin penambahan kursi Partai Partai di DPR dari jumlah sebelumnya.

Saat itu kata Wiranto, OSO juga sepakat bahwa dirinya akan mematuhi aggaran dasar AD/ART Partai Hanura. Namun, Wiranto menilai OSO telah gagal.***


wwwwww