Jalan Sumbar-Riau Terancam Amblas, Pergerakan Tanah di Koto Alam Makin Meluas

Jalan Sumbar-Riau Terancam Amblas, Pergerakan Tanah di Koto Alam Makin Meluas
Foto: istimewa/Covesia.com
Jum'at, 20 Desember 2019 19:06 WIB
LIMAPULUH KOTA - Pergerakan tanah yang membuat empat rumah amblas di Jorong Simpang Tiga, Kenagarian Koto Alam, Kabupaten Limapuluh Kota minggu lalu semakin parah.

Fenomena tanah bergerak sudah sampai hingga ke jalan nasional lintas Sumbar - Riau. Bahkan Jumat (20/12/2019) terlihat sangat jelas aspal jalan retak mengarah areal jurang (ke kiri, red).

Dikutip dari Covesia.com, retakan tanah ini terjadi saat Nagari Koto Alam diguyur hujan lebat pada Jumat (20/12/2019) dini hari. Saat itu intensitas hujan sangat tinggi dan mengakibatkan beberapa titik di Koto Alam mengalami banjir hingga ketinggian 30-50 cm.

Karena lokasi retakan tanah tersebut sangat dekat dari tempat tanah amblas minggu lalu dan masih labil, tanah di sekitar lokasi perlahan bergerak ke areal jurang.

Bahkan empat rumah yang amblas tersebut kian turun. Sampai saat ini sudah di kedalaman 4 meter. sedangkan retakan ini sudah memakan hampir selebar 3 meter dengan panjang 50 meter jalan nasional.

“Tadi dini hari tanahnya bergerak saat hujan dan membuat jalan nasional retak-retak. Jika tidak ditanggulangi dari awal, jalan nasional penghubungan Sumbar-Riau ini bisa amblas seperti yang terjadi minggu lalu,” sebut Yondrizal, salah seorang warga Koto Alam kepada Covesia.com saat dikonfirmasi.

Ia juga mengatakan, lokasi pergerakan tanah ini termasuk lokasi zona merah bagi warga Koto Alam. Pasalnya radius 1 km dari lokasi kerap terjadi longsor dan jalan terban.

“Di sekitar lokasi sering terjadi longsor dan tanah amblas. Sekarang mulai bergerak dan sebagian jalan nasional terancam amblas ke jurang,” ucapnya.

Mendapati kondisi seperti ini di Koto Alam, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan meminta pihak nagari untuk mengevakuasi warga di sekitar retakan tersebut.

Pasalnya, intensitas hujan di Limapuluh Kota masih tinggi dan bisa membahayakan jiwa masyarakat. Apalagi minggu silam sudah terjadi tanah amblas yang membuat empat unit rumah hancur.

“Walinagari Koto Alam kami minta untuk mengevakuasi warga di sekitar lokasi. Apalagi yang bermukim di dekat lereng bukit. Ini sangat berbahaya,” ucapnya.

Sementara itu Walinagari Koto Alam, Abdul Malik belum bisa dikonfirmasi melalui seluler karena HP yang bersangkutan tak aktif. (agg/adi/cvs)

Editor:arie rh
Sumber:covesia.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Sumatera Barat

wwwwww