Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ekonomi Anjlok, Wakil Ketua MPR: Bukti Kebijakan Pemerintah Tak Efektif
MPR RI
14 jam yang lalu
Ekonomi Anjlok, Wakil Ketua MPR: Bukti Kebijakan Pemerintah Tak Efektif
2
Soal Bantuan Karyawan dengan Upah di Bawah Rp5 Juta, Ini Catatan Komisi XI
DPR RI
14 jam yang lalu
Soal Bantuan Karyawan dengan Upah di Bawah Rp5 Juta, Ini Catatan Komisi XI
3
Transjakarta Siap Bayar Upah jika Tuntutan Memiliki Dasar yang Kuat
Ekonomi
8 jam yang lalu
Transjakarta Siap Bayar Upah jika Tuntutan Memiliki Dasar yang Kuat
4
Daripada Ribut, Abdul Fikri Faqih: Alihkan Anggaran POP Untuk Internet Gratis
DPD RI
11 jam yang lalu
Daripada Ribut, Abdul Fikri Faqih: Alihkan Anggaran POP Untuk Internet Gratis
5
Membaca 'Ancaman Resesi Ekonomi dan Solusinya'
DPR RI
10 jam yang lalu
Membaca Ancaman Resesi Ekonomi dan Solusinya
6
Soal Bansos Buat Pekerja, Abdul Fikri Faqih Ingatkan Jangan Sampai Timbul Kecemburuan
DPR RI
11 jam yang lalu
Soal Bansos Buat Pekerja, Abdul Fikri Faqih Ingatkan Jangan Sampai Timbul Kecemburuan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kejaksaan Negeri Pariaman Musnahkan 10.456 Botol Oli Federal Palsu

Kejaksaan Negeri Pariaman Musnahkan 10.456 Botol Oli Federal Palsu
Pemusnahan 10.456 botol oli palsu. (foto: topsatu.com/agus suryadi)
Jum'at, 20 Desember 2019 23:02 WIB
PARIAMAN - Kejaksaan Negeri Pariaman memusnah sebanyak 10.456 botol oli palsu yang diberi merek Federal Oil Ultratec dan Federal Oil Matic PT. Federal Karyatama, Jumat (20/12/2019).

Pemusnahan dilakukan di Pabrik Indarung II/III PT Semen Padang dengan menggunakan peralatan pabrik semen tersebut. Oli palsu yang dimusnahkan adalah hasil penangkapan tahun 2018.

Dikutip dari laman topsatu.com, pemusnahan oli palsu ini disaksikan Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin, Kajari Pariaman Efrianto, Direktur Operasi PT Semen Padang Firdaus dan Kadis Kominfo Pariaman, Hendri.

Oli palsu tersebut dibawa ke PT Semen Padang di Indarung menggunakan truk, mobil pick-up milik Dinas Perkim dan LH Kota Pariaman serta mobil angkutan barang bukti milik Kejaksaan Negeri Pariaman.

Mardison mengucapkan terimakasih kepada Kejari Pariaman yang telah berhasil mengungkap dan memproses oli ilegal yang bernilai ratusan juta rupiah tersebut.

Kejadian ini bukan hanya merugikan produsen oli tersebut, namun juga konsumen lantaran banyak masyarakat yang sudah membeli sehingga mengakibatkan kendaraan menjadi rusak.

Kepala Kejari Pariaman Efrianto, mengungkapkan sebelumnya pihak kepolisian dan FKT berhasil mengungkap sindikat pengedar pelumas Federal Oil palsu di dua daerah yakni Yogyakarta dan Padang Pariaman.

Tersangka telah dijerat Pasal 100 dan 102 Undang-undang Nomor 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, jo pasal 54 Undang-undang Nomor 31 tahun 2000 tentang desain Industri jo Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) huruf a dan e Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. (agus suryadi/tsc)

Editor:arie rh
Sumber:topsatu.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Hukum, Sumatera Barat

wwwwww