Basarah: Menghormati Perayaan Agama Lain dalam Rangka Toleransi Berbangsa

Basarah: Menghormati Perayaan Agama Lain dalam Rangka Toleransi Berbangsa
Senin, 23 Desember 2019 21:38 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mengajak segenap bangsa Indonesia saling hormat-menghormati di antara sesama pemeluk agama yang akan merayakan hari besar agamanya termasuk memberikan kesempatan dan penghormatan ke umat Kristiani dalam merayakan hari Raya Natal dengan tenang dan damai.

Disamping itu, kata Basarah, bentuk saling hormat menghormati antar sesama pemeluk agama, salah satunya dengan saling menyampaikan ucapan selamat pada perayaan hari raya masing-masing agama yang hidup dan diakui di bumi Pancasila ini.

"Hal ini tentu sebagaimana yang sudah menjadi tradisi bangsa Indonesia selama bertahun-tahun lamanya, dimana setiap perayaan Idul Fitri atau Idul Adha umat non-muslim memberikan ucapan selamat kepada saudara-saudaranya yg beragama Islam," ujarnya, Senin (23/12/2019).

Kata Basarah, tidak jarang diantara mereka yang ikut merasakan kebahagiaan umat Islam yang sedang merayakan Idul Fitri dengan ikut mengirimkan parcel lebaran dalam bentuk kue atau makanan lainnya. Mereka juga ikut hadir dalam perayaan open house perayaan halal bi halal Idul Fitri yg diselenggarakan oleh tokoh-tokoh masyarakat dari kalangan umat Islam.

"Demikian juga ketika umat beragama lain, spt umat Kristiani, Hindu, Budha, dan lain2 sdg merayakan hari besar agamanya masing2, masyarakat Indonesia yg beragama Islam memberikan penghormatan yang sama sebagai bentuk dan wujud toleransi berbangsa," tandasnya.

Ucapan saling memberikan penghormatan terhadap peringatan hari- hari besar semua agama tersebut kata politisi PDIP ini, hendaknya tidak dikaitkan dengan akidah masing-masing agama. "Karena praktik kehidupan kebangsaan yang seperti itu bukan dalam rangka mengkompromikan akidah agama masing-masing, namun hanyalah bentuk toleransi kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai prinsip sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika," tegas Basarah.

"Menurut hadist Riwayat Imam Bukhari ditegaskan "innamal a'malu binniyat", bahwa sesungguhnya segala perbuatan manusia tergantung pada niatnya. Dengan demikian, jika umat Islam Indonesia ingin menyampaikan ucapan selamat pada perayaan hari besar saudara-saudaranya yang beragama lain dan bukan se-iman tetapi konteks dan niatnya dalam rangka memelihara toleransi kehidupan berbangsa dan bernegara maka sebaiknya jangan dikaitkan seakan-akan mereka sedang mengkompromikan akidah agamanya kepada keyakinan agamanya yang lain," pintanya.

Ia juga mengajak agar semua lapisan masyarakat terus menjaga tradisi budaya bangsa Indonesia yang diajarkan oleh para pendahulu bangsa. "Para pendahulu kita sangat mengedapankan saling hormat menghormati diantara sesama umat beragama yang sdh sejak lama berlangsung dengan baik dan membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang rukun, damai dan tentram," tegasnya lagi.

Hal tersebut kata Basarah, sesuai dengan fatwa KH Hasyim Asy'ari, "Hubbul Wathon Minal Iman", yakni mencintai bangsamu adalah sebagian daripada iman Islam.***


wwwwww