Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
16 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
16 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
17 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
9 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
18 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Badminton

Disidak, Ada CCTV Pos Pantau Jagorawi yang Rusak

Disidak, Ada CCTV Pos Pantau Jagorawi yang Rusak
Foto: kumparan.com
Sabtu, 28 Desember 2019 13:33 WIB
JAKARTA - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke pos pantau Natal dan Tahun Baru di kantor PT Jasa Marga cabang Jagorawi

Dalam Sidak itu, Anggota Ombudsman Adrianus Meliala mendapati tak ada petugas jaga di pos tersebut saat Adrianus tiba, dan beberapa temuan soal kamera pengawas (CCTV).

"Tidak ada (petugas) yang standby, lalu kualitas objek yang dipantau juga kelihatannya tidak impresif. Kan bisa dilihat ini objeknya kecil-kecil. Banyak yang kabur-kabur. Dan juga ini tak mencerminkan aset yang dijaga," ujar Adrianus di kantor Jasa Marga cabang Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (28/12/2019) dalam lansiran kumparan.

Bahkan, dari beberapa CCTV tersebut, ada yang tidak berfungsi. Total ada 12 kamera yang tidak menyala. Serta, alat komunikasi antar-pegawai juga kurang berfungsi dengan baik.

"Iya enggak menyala. Tadi kita juga komunikasi selama tiga menit itu senyap. Seakan-akan tak mencerminkan bahwa ini pos pantau yang selalu memberikan komando kepada satuan di bawah," tutur Adrianus.

Ia pun mengatakan jika hasil temuannya ini nanti akan disampaikan kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

"Pasti. Nanti kami akan undang Pak Menhub. Pak Menhub kan selalu kooperatif sama kita," kata dia.

Selang beberapa saat setelah sidak, pimpinan Jasa Marga cabang Jagorawi, Reza Febriano, tiba di lokasi. Ia pun langsung merespons temuan Ombudsman itu.

Ia mengatakan bahwa pos tersebut bersifat sementara dalam rangka memantau lalu lintas Natal dan Tahun Baru.

"Ini pos darurat dalam rangka Natal dan Tahun Baru yang kita adakan kemarin itu pada saat puncak mudik mulai tanggal 20 Desember (2019) sampai tanggal 2 Januari 2020 jadi keberadaan pos ini hanya itu aja," sebut Reza.

Terkait tidak adanya petugas yang berjaga, ia menjelaskan bahwa karena mereka sedang ditugaskan ke lapangan untuk mengecek ruas tol puncak.

"Sekarang kita bagi, Pak. Ada jadwal piketnya, ini kebetulan teman-teman ada di jalur antisipasi yang ke arah Puncak," kata Reza.

"Nanti mereka setelah selesai kembali lagi, artinya lalin di sekitar Ciawi itu lancar, kita kembali lagi ke sini," sambung dia.

Untuk CCTV mati, ia mengatakan jika ini baru terjadi tadi pagi. Pihaknya berjanji segera memperbaikinya.

"Ya mungkin ada beberapa yang kendala teknis di lapangannya, biasanya segera diperbaiki," imbuhnya.

"Cepat Pak (perbaikannya), hitungannya mungkin sejak laporan satu atau dua jam harusnya sudah bisa," tutup dia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:kumparan.com
Kategori:DKI Jakarta, Beladiri, PON, Badminton
wwwwww