Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
18 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
18 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
19 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
23 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
5
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
18 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
6
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
24 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Home  /  Berita  /  Badminton

Haris Azhar: Penyerang Novel Baswedan dengan Penyerang Almarhum Munir Ada Kemiripan

Haris Azhar: Penyerang Novel Baswedan dengan Penyerang Almarhum Munir Ada Kemiripan
Senin, 30 Desember 2019 11:40 WIB

JAKARTA - Pegiat Hak Asasi Manusia, Haris Azhar, melihat ada kemiripan motif pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan dan Munir Said Talib. Haris mengatakan pelaku dalam kedua perkara ini sama-sama menuding korbannya sebagai pengkhianat.

"Kasus pembunuhan Munir juga begitu, di dakwaan menyebut Munir sebagai pengkhianat negara," kata Haris Azhar.

Anggota tim advokasi Novel Baswedan ini menuturkan alasan korban adalah pengkhianat negara biasa digunakan pelaku yang ingin pasang badan menutupi aktor intelektual dibalik peristiwa.

Dia mengatakan dalih ini biasa terjadi dalam kasus kejahatan yang dilakukan oleh aktor negara. "Saya pribadi meragukan dua orang ini adalah bagian dari kejahatan terhadap Novel atau KPK, itu motif yang biasa diutarakan kalau negara melakukan kejahatan terhadap warganya," kata dia.

Mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) ini meminta polisi mendalami motif pelaku penyerangan. Dia meminta aktor intelektual di balik serangan Novel juga diungkap.

Menurut investigasi koalisi masyarakat sipil, kata dia, ditemukan indikasi bahwa teror Novel masih berkaitan dengan teror lainnya kepada pegawai KPK.

"Aneh sekali kalau ini motif pribadi," kata dia.

Sebelumnya, kata-kata pengkhianat diutarakan oleh salah satu polisi terduga penyerang Novel Baswedan saat digelandang dari Polda Metro Jaya ke Bareskrim Polri, Sabtu, 28 Desember 2019. Saat digelandang ke mobil tahanan, salah satu pelaku berinisal RB itu mengatakan Novel adalah pengkhianat. "Tolong dicatat, saya enggak suka sama Novel karena dia pengkhianat," ujar RB dengan nada tinggi.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Gelora.co
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww