Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
23 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
17 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
20 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
20 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
22 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Lingkungan

6 Rumah Terseret Arus Ciberang, Majelis Taklim Warga Selamat

6 Rumah Terseret Arus Ciberang, Majelis Taklim Warga Selamat
Majelis Taklim yang selamat dari terjangan banjir akibat meluapnya Sungai Ciberang. (Tangkapan layar video kiriman warga).
Rabu, 01 Januari 2020 22:44 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
BANTEN - Sedikitnya 6 rumah di Kampung Nunggul, Desa Sukasari, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, terseret arus sungai Ciberang yang meluap pada Rabu (1/1/2020). Menyusul, hujan yang terjadi sejak Selasa (31/12/2019).

"Genep (enam, red)," ujar Apek warga setempat saat dikonfirmasi.

"Rumah Bapak Diding malahan habis, tersisa batu pondasinya saja," terang Apek.

Ia menuturkan, selain 6 rumah yang hanyut terbawa derasnya banjir, rumah-rumah dan pesantren pun terdampak karena amukan sungai Ciberang.

"Saya masih di Kalapa Nunggal (kampung tetangga, red), nggak ada tempat disana, semuanya lumpur pacsa banjir tadi," katanya.

Sejauh ini, kata Apek, perhatian pihak pemerintah Kabupaten Lebak terhadap warga terdampak terbilang cukup.

"Tadi sih, ada kunjungan dari Bupati. Mudah-mudahan besok ada realisasi (bantuannya, Red)," ungkapnya.

Dalam video yang beredar, lokasi rumah yang hanyut sebenarnya berada di pinggiran sungai kecil (aliran air untuk pertanian). Namun jalur kecil itu, berubah menjadi lautan air berwarna tanah yang mengalir amat deras, karena arus sungai Ciberang masuk dari arah belakang pemukiman.

Sementara bangunan yang persis berada di pinggiran sungai Ciberang, yakni Majelis Taklim warga, tetap berdiri kokoh. Demikian juga dengan pondok-pondok pesantren yang ada di kampung kecil itu.

"Pondok pesantren kayaknya nggak ada yang hanyut, belum tahu kondisi terakhir gimana, tapi air di Pondok tadi memang deras sekali," kata Apek.

Sebelumnya diberitakan, Banjir terjadi di 4 Kecamatan wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada Rabu (1/1/2020). Tak kurang dari 12 Desa terdampak dalam musibah yang disebabkan oleh meluapnya sungai Ciberang itu.

Belum diketahui ada-tidaknya korban jiwa dalam insiden ini, dan berapa jumlah kerugian material pasca banjir. Namun jembatan penghubung antar kecamatan Cipanas dengan Kecamatan Muncang putus, dan satu tiang listrik tumbang.***

wwwwww