Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
20 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
16 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
18 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
23 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
14 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Badminton

Kasus Harun Masiku, CCTV PTIK Bisa Diperiksa

Kasus Harun Masiku, CCTV PTIK Bisa Diperiksa
Kolase wartakotalive
Senin, 13 Januari 2020 19:31 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Direktorat Jenderal Imigrasi mencatat, Caleg PDIP Harun Masiku terbang ke Singapura pada Senin (6/1/2020). Ini, dua hari sebelum KPK menangkap Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan.

"Yang bersangkutan tercatat keluar Indonesia tanggal 6 Januari ke Singapura," kata Kepala Humas dan Umum Ditjen Imigrasi, Arvin Gimilang, Senin (13/1/2020).

Fakta ini, berbenturan dengan kabar keberadaan Harun Masiku di PTIK pada tanggal 8 Januari.

Menurut Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar, untuk memastikan siapa orang PDIP yang berada di PTIK kala itu, kamera pengawas di lokasi bisa saja diperiksa.

"Untuk melihat, betul atau tidak ada yang datang. CCTV di tempat itu kan mungkin kualitasnya bagus lah," kata Haris di Jakarta, Senin (13/1/2020) malam.

Imigrasi, kata Haris, juga tak perlu menunggu diminta oleh KPK terkait data yang dimiliki, agar semua menjadi lebih jelas.

Seperti diketahui, Rabu (8/1/2020) KPK menangkap sejumlah orang terkait suap penetapan anggota DPR-RI Terpilih periode 2019-2024, Kamis (9/1/2020) KPK menetapkan 4 orang sebagai tersangka.

Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, dan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina, diduga sebagai penerima suap. Sementara diduga sebagai pemberi, Caleg dari PDI, Harun Masiku dan pihak swasta, Saeful.***

wwwwww