Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
2
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
Politik
21 jam yang lalu
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
3
Revisi UU Pemilu, 'Ada Penumpang' di Ambang Batas Parlemen
DPR RI
23 jam yang lalu
Revisi UU Pemilu, Ada Penumpang di Ambang Batas Parlemen
4
Supaya Tak Bergantung dari China, Wakil Ketua DPD: Kita harus jadi Produsen
Politik
21 jam yang lalu
Supaya Tak Bergantung dari China, Wakil Ketua DPD: Kita harus jadi Produsen
5
Berangkatkan 43 Ribu PMI, BP2MI Masih Koordinasi dengan Kemenaker dan Gugus Tugas Covid-19
Ekonomi
22 jam yang lalu
Berangkatkan 43 Ribu PMI, BP2MI Masih Koordinasi dengan Kemenaker dan Gugus Tugas Covid-19
6
Pemain Persib Bandung Negatif Covid 19 dari Hasil Swab
Sepakbola
22 jam yang lalu
Pemain Persib Bandung Negatif Covid 19 dari Hasil Swab
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Anak Beruang Madu Terjerat Perangkap Babi di Pasaman Barat

Anak Beruang Madu Terjerat Perangkap Babi di Pasaman Barat
Beruang madu terjerat perangkap babi di Sumbar. (foto: BKSDA/detikcom)
Kamis, 16 Januari 2020 22:52 WIB

PASAMAN BARAT - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat mengevakuasi seekor anak beruang madu yang terjerat perangkap babi. Perangkap itu dipasang warga untuk mencegah babi masuk ke perkebunan.

 

"Perangkap tersebut semula dipasang untuk mengurangi gangguan hama babi yang mengganggu tanaman kebun warga, namun yang terjerat ternyata beruang madu," kata Kepala BKSDA Resor Pasaman, Ade Putra, Kamis (6/1/2020) seperti dikutip dari detikcom.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (15/1/2020) di perkebunan warga Roba Julu, Nagari Persiapan Situak Barat, Kecamatan Lembah Malintang, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Anak beruang madu berusia 1 tahun itu diduga sedang berjalan keluar dari kawasan hutan lindung bersama induknya saat terkena perangkap babi.

Tim BKSDA sempat kesulitan saat melakukan evakuasi. Tim yang berjumlah 5 orang itu beberapa kali mendapatkan ancaman dari induk beruang yang berjaga dan berusaha melindungi anaknya yang terjerat.

"Butuh waktu lebih dari 1 jam bagi kami untuk dapat memisahkan induk dari anaknya tersebut. Setelah induknya dapat dijauhkan dari anaknya, kita laksanakan anestesi atau pembiusan terhadap anaknya," ujar Ade.

Satwa langka tersebut terkena perangkap babi pada kaki kanan depan. Setelah jerat dilepaskan, tim medis melakukan pengobatan.

Tim BKSDA kembali melepaskan anaknya setelah sadar. Tim kemudian menggiring anak beserta induk beruang kembali ke kawasan hutan lindung setempat.

BKSDA mengimbau warga berhati-hati dan mengurangi aktivitas pada malam hari di sekitar lokasi kejadian. Beruang madu merupakan jenis satwa langka dan dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. (haf/dtc)

Editor:arie rh
Sumber:detikcom
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Sumatera Barat

wwwwww