Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
9 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
8 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
8 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
5
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
8 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
6
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
12 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Home  /  Berita  /  Badminton

Anak Beruang Madu Terjerat Perangkap Babi di Pasaman Barat

Anak Beruang Madu Terjerat Perangkap Babi di Pasaman Barat
Beruang madu terjerat perangkap babi di Sumbar. (foto: BKSDA/detikcom)
Kamis, 16 Januari 2020 22:52 WIB

PASAMAN BARAT - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat mengevakuasi seekor anak beruang madu yang terjerat perangkap babi. Perangkap itu dipasang warga untuk mencegah babi masuk ke perkebunan.

 

"Perangkap tersebut semula dipasang untuk mengurangi gangguan hama babi yang mengganggu tanaman kebun warga, namun yang terjerat ternyata beruang madu," kata Kepala BKSDA Resor Pasaman, Ade Putra, Kamis (6/1/2020) seperti dikutip dari detikcom.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (15/1/2020) di perkebunan warga Roba Julu, Nagari Persiapan Situak Barat, Kecamatan Lembah Malintang, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Anak beruang madu berusia 1 tahun itu diduga sedang berjalan keluar dari kawasan hutan lindung bersama induknya saat terkena perangkap babi.

Tim BKSDA sempat kesulitan saat melakukan evakuasi. Tim yang berjumlah 5 orang itu beberapa kali mendapatkan ancaman dari induk beruang yang berjaga dan berusaha melindungi anaknya yang terjerat.

"Butuh waktu lebih dari 1 jam bagi kami untuk dapat memisahkan induk dari anaknya tersebut. Setelah induknya dapat dijauhkan dari anaknya, kita laksanakan anestesi atau pembiusan terhadap anaknya," ujar Ade.

Satwa langka tersebut terkena perangkap babi pada kaki kanan depan. Setelah jerat dilepaskan, tim medis melakukan pengobatan.

Tim BKSDA kembali melepaskan anaknya setelah sadar. Tim kemudian menggiring anak beserta induk beruang kembali ke kawasan hutan lindung setempat.

BKSDA mengimbau warga berhati-hati dan mengurangi aktivitas pada malam hari di sekitar lokasi kejadian. Beruang madu merupakan jenis satwa langka dan dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. (haf/dtc)

Editor:arie rh
Sumber:detikcom
Kategori:Badminton, Olympic, Sumatera Barat
wwwwww