Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
21 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
22 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
18 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
16 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Bocah 2 Tahun Tewas Berkubang Kotoran di Toilet

Bocah 2 Tahun Tewas Berkubang Kotoran di Toilet
Ilustrasi: serempak
Sabtu, 18 Januari 2020 12:48 WIB
TAIPE - Seorang wanita 22 tahun bernama Lin, dan pacarnya, Xiao, mejalani sidang pada 14 Januari 2020 karena menelantarkan anak perempuan Lin selama tiga hari di toilet yang dikunci hingga ditemukan tewas berkubang kotoran.

Insiden ini bermula ketika Lin menitipkan anaknya pada Xiao, karena Ia harus pergi. Saat Lin kembali tiga hari kemudian, Ia mendapati anaknya dalam keadaan tak lagi bernyawa di toilet. Tubuh anaknya yang kurus dan kerkubang kotoran.

Petugas Medis dan Departemen Pemadam Kebakaran Kota Taipei menerima laporan tentang hal itu pada 9 November 2018 pukul 19:00 waktu setempat. Mereka mendapati anak itu telah meninggal dengan tanda trauma yang jelas.

Anak itu dinyatakan tidak normal dengan berat hanya 5,7 kg di usia 2 tahun. Pemeriksaan medis mendapati, saat ditemukan anak tersebut sudah tidak makan lebih dari perkiraan. Polisi pun turun tangan untuk melakukan peryelidikan.

Diketahui bahwa Lin yang bekerja sebagai staf hotel memang memiliki sedikit masalah pada mentalnya.

Lansiran berita yang disebut bersumber dari Sin Chew Daily ini menyebut, Lin kerap dibantu oleh kerabatnya namun bantuan berhenti pada Agustus di tahun yang sama.

Lin kemudian dipindahkan pindah oleh saudara lelakinya ke Taipei agar dekat dengan tempat kerja.

Dilansir, anak yang tak disebutkan namanya itu kerap berada di toilet setiap kali menangis karena lapar atau sakit. Lin dan saudara laki-lakinya juga disebut kerap mengurung bocah 3 tahun ini.

Pada September 2018, Lin bertemu pacarnya, Xiao, kemudian mengundang untuk tinggal bersama saudara lelakinya di kamar sewaan.

Ternyata Xiao sama saja dengan Lin. Pasangan ini akan menghabiskan sisa roti untuk anak setiap kali si bocah ingin makanan. Setiap kali ribut, Lin memasukkan anak itu ke toilet.

Tiga orang dewasa tak berhenti menyiksa bocah malang hingga si anak ditemukan tewas.

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum menuduh Lin tak memberikan makanan, perawatan atau bantuan yang layak untuk waktu yang lama. Xiao hanya bergaul dengan Lin setiap hari, menghabiskan uang mereka untuk makanan dan pelacuran.

Pasangan ini membantah tudingan kejahatan pengabaian dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian anak.

Tak hanya Lin, Jaksa juga mendakwa saudara laki-laki Laki-laki Lin sebagai rekan atas kejahatan tersebut.

GoNews.co pada Sabtu (18/1/2020), sempat mencoba untuk membaca berita asli terkait hal ini di situs shincew.com.my dengan memasukkan kalimat kunci berbahasa mandarin tradisional di kolom pencarian mereka, tapi tidak ditemukan berita relevan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:Poskota.id
Kategori:DKI Jakarta, Olympic, PON, Badminton
wwwwww