Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
8 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
7 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
2 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
2 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
2 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
6
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
2 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
Home  /  Berita  /  Riau

Kejari Bengkalis Terima Laporan Dugaan Korupsi ADD Senerak

Kejari Bengkalis Terima Laporan Dugaan Korupsi ADD Senerak
Rabu, 22 Januari 2020 20:56 WIB
Penulis: Ismail
BENGKALIS - Kejaksaan Negeri Bengkalis menerima laporan masyarakat terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi alokasi dana desa (ADD) Senderak, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Saat ini pihak Kejari Bengkalis tengah melakukan penyelidikan terkait kebenaran laporan masyarakat tersebut.

"Kita ada menerima laporan dari masyarakat dan akan kita telusuri kebenarannya," ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis, Nanik Khushartanti melalui Kasi Pidsus Agung Irawan, Rabu (22/1/2020).

Menyikapi adanya laporan dari masyarakat kepada Kejari Bengkalis, Kepala Desa Senderak, Harianto mengaku belum mengetahui. Namun ia memaparkan bahwa pihaknya ada melakukan pengembilan dana sebesar Rp300 juta untuk sejumlah pembangunan fisik. Hanya saja kegiatan itu tak bisa dikerjakan dan dijadikan SiLPA.

"Pada tahun 2019 kegiatan itu belum dilaksanakan, kemudian dana tersebut di-Silpa dan akan dilaksanakan tahun 2020 sebanyak 5 item kegiatan," jelasnya.

Faktor gagalnya sejumlah kegiatan itu sebabnya terkendala waktu mepet karena dananya baru cair Desember 2019.

"Kita awalnya sudah mengambil dana tersebut sebanyak Rp 300 juta lebih, namun karena tidak bisa dilaksanakan akhirnya kita kembalikan ke kas desa dan jadi SiLPA," pungkas Harianto.***

Kategori:Beladiri, Riau
wwwwww