Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
17 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
17 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
10 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
19 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Badminton

Untuk Jadi Anggota IMD yang Mirip Sunda Empire di Pariaman, Harus Bayar Rp1,75 Juta

Untuk Jadi Anggota IMD yang Mirip Sunda Empire di Pariaman, Harus Bayar Rp1,75 Juta
Spanduk yang diduga milik Indonesia Mercusuar Dunia (IMD) yang dipasang di Pariaman, Sumbar. Walikota Pariaman langsung membubarkan kegiatan yang diduga melakukan penipuan berkedok ormas tersebut. (foto: pariamankota.go.id)
Kamis, 23 Januari 2020 22:59 WIB
PADANG - Untuk menjadi anggota di organisasi Indonesia Mercusuar Dunia (IMD) di Desa Sikapak Timur, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) harus membayar uang pendaftaran sebesar Rp1.750.000.

Setelah terkumpul uang tersebut akan disetor ke rekening induk organisasi di Kerawang, Jawa Barat.

Dikutip dari TribunPadang.com, Kepala Diskominfo Kota Pariaman Hendri mengatakan, informasi soal uang pendaftaran tersebut saat ia menanyakan langsung pada pimpinan ormas bernama Ayattudin, warga Desa Sikapak Timur.

"Katanya, uang itu disetor ke rekening induk organisasinya di Kerawang, Jawa Barat. Uang itu digunakan untuk membantu kelancaran turunnya dana dari Bank UBD di Swiss," terang Hendri.

Nantinya, Hendri menjelaskan, dari dana tersebut setiap anggota yang telah menyetor akan mendapat uang bulanan.

"Awalnya dapat Rp5 juta per kepala, terus meningkat hingga mencapai totalnya Rp3 miliar per kepala," ungkap Hendri.

Hendri menambahkan, berdasarkan penuturan pimpinan ormas, uang tersebut akan diterima setiap anggota muali akhir Maret 2020.

Usut punya usut, pimpinan ormas itu ternyata juga diajak oleh temannya untuk berkegiatan di organisasi tersebut. Tetapi temannya tersebut, belum memberikan setoran awal kepada dirinya

"Kami bertanya kepada dia, temannya udah setor apa belum? Dia mengaku belum. Sementara dia udah setor," ucap Hendri. (tpc)

Editor:arie rh
Sumber:tribunpadang.com
Kategori:Badminton, Olympic, Sumatera Barat
wwwwww