Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
20 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
21 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
19 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
20 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
21 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  Riau

Menakutkan, Menkes China Sebut Virus Corona Bisa Menular Sebelum Gejalanya Muncul

Menakutkan, Menkes China Sebut Virus Corona Bisa Menular Sebelum Gejalanya Muncul
Virus corona. (detikcom)
Senin, 27 Januari 2020 12:22 WIB
BEIJING - Kabar sangat menakut diungkapkan Menteri Kesehatan China Ma Xiaowei. Dikatakan Ma, virus corona bisa menyebar sebelum gejala di tubuh muncul.

Dikutip dari detik.com yang melansir CNN, namun Ma tidak menjelaskan secara rinci bagaimana proses penularan itu terjadi.

Spesialis penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center, Dr William Schaffner, menanggapi pernyataan Ma tersebut. Menurutnya, untuk melacak orang yang terinfeksi virus jauh lebih sulit. Apalagi jika orang tersebut tidak menyadari bahwa dirinya telah mengidap penyakit tersebut.

''Jika itu memang terjadi, berarti infeksi virus ini jauh lebih menular daripada yang kita duga dan lebih buruk dari yang diperkirakan,'' jelasnya.

''Jika Ma benar, berarti kita harus mengevaluasi strategi kita untuk mencegah penyebaran virus ini kembali meluas,'' imbuh Dr Schaffner yang dikutip dari CNN.

Direktur Pusat Pengendalian Penyakit AS dan Pusat Pencegahan Imunisasi dan Penyakit Pernapasan Dr Nancy Messonnier mengatakan, ini belum bisa dibuktikan secara pasti. Hal ini karena pihaknya belum memiliki bukti yang jelas jika penderita virus corona bisa menularkan penyakitnya sebelum timbul gejala yang jelas.

''Kami masih terus menyelidiki adanya kemungkinan itu. Meskipun begitu, kita harus bersiap-siap dengan berbagai kemungkinan. Tapi, saya terus berharap hal ini tidak akan terjadi,'' ungkap Dr Messonnier.

Hal ini juga direspons oleh direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular di Institut Kesehatan Nasional AS, Dr Anthony Fauci. Ia mengatakan setelah pernyataan Ma, tim mereka belum diundang untuk menyelidiki hal itu lebih lanjut.

Dr Fauci mengatakan ini harus dibuktikan dengan adanya data tentang kasus penularan yang benar-benar terjadi. Menurutnya, sampai saat ini ia juga belum memiliki data yang valid dari pihak China.

''Jika data yang valid tentang pasien virus corona yang bisa menularkan tanpa adanya gejala sudah ada, kami akan pergi ke sana untuk membuktikan sekaligus meneliti kebenarannya,'' ujarnya.

Hingga saat ini, di China jumlah kematian akibat infeksi virus corona Wuhan meningkat menjadi 56 orang. Bahkan saat ini petugas pelayanan kesehatan di sana juga mengatakan persediaan peralatan medis juga hampir habis.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:PON, Riau
wwwwww