Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
20 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
16 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
18 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
23 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
14 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Badminton

Bamsoet Inisiasi Pembentukan GERAK BS

Bamsoet Inisiasi Pembentukan GERAK BS
Foto: GERAK BS
Jum'at, 07 Februari 2020 14:10 WIB
JAKARTA - Bambang Soesatyo (Bamsoet) menginisiasi pembentukan organisasi swadaya masyarakat, Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas (GERAK BS). Bamsoet memastikan, murni gerakan sosial dan jauh dari gerakan politik.

Dipimpin oleh Aroem Alzier, Mantan Anggota DPR RI periode 2014-2019 dan Ratu Dian Hatifah Mantan Ketua Umum Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan mantan Sekretaris II Fatayat NU, GERAK BS diisi oleh anggota dari berbagai partai politik, organisasi kemasyatakatan, kepemudaan, pengusaha dan organisasi keagamaan.

Sebagai inisiator GERAK BS, Bamsoet ingin memotivasi masyarakat bahwa hal yang terpenting dalam hidup bukanlah sekadar jabatan atau kekuasaan. Melainkan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama dan juga lingkungan. Selain, menyebarkan nilai kebajikan dan gotong royong, sebagai pengejawantahan Pancasila.

"GERAK BS didirikan sebagai gerakan sosial untuk membantu masyarakat. Gerakan ini murni ditujukan membangun solidaritas sesama anak bangsa untuk saling membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah, seperti banjir dan bencana alam lainnya. Tidak ada tujuan politik apalagi sikap pamrih dari gerakan ini. Seluruhnya dilakukan atas kesadaran dan ketulusan untuk menjadi manusia yang bermanfaat," ujar Bamsoet mengungkapkan latar belakang pendirian GERAK BS, di Jakarta, Jumat (7/2/20).

Kepala Badan Bela Negara FKPPI dan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini juga sangat senang atas apresiasi dan partisipasi kawan-kawan yang terlibat di GERAK BS. Dari millenial hingga baby boomer, serta dari berbagai status sosial dan profesi, semua kompak menyumbangkan saran, pikiran, dan bahkan sebagian rezekinya untuk saling membantu masyarakat yang membutuhkan.

"GERAK BS melalui berbagai kegiatan sosialnya bertekad membangun bangsa tanpa sekat perbedaan. Tak heran jika disini ditemui berbagai tokoh dari berbagai latar belakang organisasi masyarakat, organisasi profesi, organisasi keagamaan maupun partai politik. Di Gerak BS kami sepakat melepaskan berbagai atribut politik. Walau jaket kami ada yang kuning, merah, hijau, biru dan putih, kami bersatu dalam dalam satu warna kesatuan. Yaitu merah-putih," tandas Bamsoet.

Mantan Ketua DPR RI 2014-2019 dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menerangkan, sebagai langkah awal GERAK BS sudah menyalurkan berbagai bantuan sosial kepada korban banjir di DKI Jakarta. Kedepan bantuan tersebut juga akan disalurkan ke berbagai wilayah lainnya. Dan yang tak kalah penting, GERAK BS juga concern terhadap pemberdayaan masyarakat.

"Kekuatan sosial bangsa ini berada di masyarakat pedesaan. Karenanya, GERAK BS ingin hadir sebagai sahabat yang bisa membantu masyarakat pedesaan dalam mengembangkan berbagai potensi melalui program pembangunan pemerintah seperti Desa Wisata Industri (Dewi), Desa Wisata Argo (Dewa) dan Desa Digital (Dedi). Sekaligus kita ingin belajar dari masyarakat tentang nilai-nilai kearifan lokal, tentang kesahajaan, dan tentang pentingnya hidup yang ramah dan bersahabat dengan alam," pungkas Bamsoet.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, PON, Olympic, DKI Jakarta
wwwwww