Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
22 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
22 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
18 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Karena UUD, Fahri Hamzah Minta WNI Eks ISIS Dipulangkan

Karena UUD, Fahri Hamzah Minta WNI Eks ISIS Dipulangkan
Foto: Ist.
Senin, 10 Februari 2020 15:55 WIB
JAKARTA - Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, meminta pemerintah memulangkan 660 warga negara Indonesia (WNI) eks. ISIS.

"Mau dia narkoba, teroris, koruptor. Setelah dia dihukum dia tetap harus kembali sebagai WNI," kata Fahri dalam keterangan tertulis yang diterima GoNews, Senin (10/2/2020).

Wakil Ketua Partai Gelora itu mengungkapkan, di antara WNI eks ISIS, terdapat anak-anak dan perempuan. Pemerintah diminta memperhatikan nasib mereka.

"Negara wajib melindungi tumpah darah Indonesia. Nah itu tak boleh kita lupakan," ungkap dia.

Selain itu, 660 WNI eks ISIS itu terancam tidak memiliki kewarganegaraan jika tidak dikembalikan. Maka pemulangan harus dilakukan.

"Maka kearifannya kita berpegang kepada pembukaan UUD. Kalau mau dihukum dulu, hukum saja. Tapi dia bagian dari warga negara," ujar dia.

Ada sekitar 600 WNI eks ISIS di luar negeri. Rinciannya, 47 berstatus tahanan dan sebagian besar dari 553 WNI berada di pos pengungsian.

Rencananya mereka akan dideportasi ke Indonesia. Pemulangan mereka menuai polemik, sebab ditakutkan akan membawa ajaran radikalisme itu ke Indonesia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Badminton
wwwwww