Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
12 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
15 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
9 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
4
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
8 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Badminton
Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Tanpa Dibalut Cedera, Eko Ambisi Raih Emas

Tanpa Dibalut Cedera, Eko Ambisi Raih Emas
Lifter Eko Yuli Irawan
Rabu, 12 Februari 2020 17:33 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan bertekad menjaga kondisi fisiknya agar tetap prima sampai tampil pada Olimpiade Tokyo, Juli 2020 mendatang. Apalagi, dia ingin tetap menjadi penyumbang medali bagi Kontingen Indonesia pada penampilan keempat ajang pesta olahraga akbar empat tahunan dunia tersebut.

"Saya tidak ingin kembali mengalami cidera seperti pada persiapan tiga oilimpiade sebelumnya. Saat ini, saya dalam kondisi prima dan semua cidera yang pernah saya alami sudah sembuh. Dan, saya akan terus menjaganya hingga tampil di Olimpiade Tokyo nanti," kata Eko YUli Irawan yang ditemui di Pelatnas Angkat Besi Olimpiade Jl Kwini Jakarta Pusat, Rabu (12/2/20202). 

Pada Olimpiade Beijing, China 2008, Eko yang meraih perunggu sempat mengalami cedera hamstring. Begitu juga pada Olimpiade London 2012, Eko yang meraih perunggu juga sempat mengalami retak tulang kering kanan. Terakhir, Eko yang meraih perak pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016 sempat mengalami cedera lutut. 

"Waktu di Olimpiade London 2012, saya memang benar-benar terlalu nekat tanpa  memikirkan resiko patah tulang kering yang sudah diingatkan dokter. Alhamdulilah, saya bisa menjalankan tugas dengan mulus dan meraih perunggu," katanya, 

Eko Yuli tercatat sebagai satu-satunya lifter Indonesia yang punya prestasi cukup membanggakan di ajang Olimpiade yakni meraih medali pada tiga penamplan. Kini, pria kelahiran Metro, Lampung, Indonesia, 24 Juli 1989 ini berambisi menyumbangkan medali emas bagi Kontigen Indonesia pada penampilan keempat di Olimpiade Tokyo 2020.  

"Secara pribadi, saya ingin meraih emas pada penampilan keempat di Tokyo nanti. Mudah-,mudahan, saya bisa terus menjaga kondisi fisik dan mewujudkan keinginan itu," katanya. ***

wwwwww