Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
19 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
19 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
15 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
15 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
14 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Edarkan Sabu, Ibu di Agam Ini Menangis saat Ditangkap Polisi

Edarkan Sabu, Ibu di Agam Ini Menangis saat Ditangkap Polisi
IRT pengedar narkoba menangis saat ditangkap polisi. (Foto: Okezone.com/iNews TV/Wahyu Sikumbang)
Rabu, 19 Februari 2020 19:17 WIB
BUKITTINGGI - Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), ditangkap polisi karena diduga mengedarkan sabu dan ekstasi. Polisi menemukan dua paket sabu dan tiga pil ekstasi dari dalam kamar Roza Putri alias Kojak (33).

Dari informasi warga, tersangka kerap pesta narkoba bersama pelanggannya di rumahnya.

Dikutip dari Okezone.com, tim Opsnal Satuan Narkoba Polres Bukittinggi pun menggerebek rumah di Kompleks Perumahan Singgalang, Jorong Kalumpang, Nagari Kubang Putiah, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Selasa (18/2/2020) malam.

Di dalam kamar yang terletak di lantai dua, polisi menemukan tersangka Kojak sedang menemani dua anaknya tidur.

Mengetahui kedatangan polisi, tersangka yang kaget langsung menangis sambil memohon agar tidak ditangkap.

Ibu rumah tangga ini diduga baru saja mengonsumsi narkoba jenis sabu. Pasalnya, polisi menemukan alat hisap lengkap dengan sabu sisa pakai dalam kaca pirek, yang disimpan di belakang kulkas.

Penemuan barang bukti alat hisap dan sabu membuat tersangka Kojak berontak hingga membuat polisi terpaksa memborgol tangannya.

Saat penggeledahan, polisi menemukan tas pinggang milik tersangka berisi dua paket kecil sabu dan tiga butr pil ekstasi yang disimpan tersangka di dalam dompet kecil.

Kasat Narkoba Polres Bukittinggi, AKP Novrizal Chan menyebutkan, penangkapan tersangka berawal dari laporan warga yang resah dengan ulah janda beranak dua ini, yang rumahnya kerap tempat transaksi dan pesta narkoba.

"Ini memang target kami dalam operasi antik ini yang berinisial K, seorang perempuan ibu rumah tangga sebagai pengedar dan rumah nya sering digunakan untuk preman dan pemuda berkumpul. Warga sekitar sudah dua kali menasehati dan sempat menggerebek mereka pesta sabu, saat kami lakukan penangkapan kami mengamankan barang bukti 2 paket kecil sabu dan 3 butir ekstasi," kata Novrizal.

Sementara dari pengakuan tersangka yang menyebut pelanggannya sedang mengantar barang ke pembeli di Pasar Bawah, polisi langsung bergerak menuju lokasi.

Di emperan toko tak jauh dari Janjang Ampek Puluah, kawasan Pasar Banto, polisi melihat dua orang pemuda yang dicurigai. Saat ditangkap, kedua pemuda ini tak membantah sedang menunggu kurir narkoba mengantar narkoba yang mereka pesan.

Keduanya dibawa ke Mapolres Bukittinggi, namun kemudian dilepas karena tidak memiliki barang bukti. Sementara, tersangka Kojak bersama barang bukti dibawa ke kantor polisi untuk penyelidikan lebih lanjut. (okz)

Editor:arie rh
Sumber:Okezone.com
Kategori:Badminton, Olympic, Sumatera Barat
wwwwww