Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
3 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
2 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
5
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
Kemenpora
3 jam yang lalu
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
6
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
3 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Home  /  Berita  /  Badminton

Bamsoet Ingin Pancasila Mendunia

Bamsoet Ingin Pancasila Mendunia
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet). (Foto: MPR RI)
Selasa, 25 Februari 2020 16:54 WIB
JAKARTA - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) akan memanfaatkan kunjungan Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (Rabithah Al Alam Al Islami), Mr. Mohammed bin Abdulkarim al-Issa, ke MPR RI pada Kamis (27/02/2020) mendatang, untuk menduniakan Pancasila sebagai ideologi yang mampu mengharmoniskan berbagai perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan di Indonesia.

Selain, kata Bamsoet, juga bisa diimplementasikan masyarakat dunia yang kini sedang dirundung banyak konflik sosial dan horizontal lainnya.

"Pancasila bukanlah agama baru, melainkan ideologi yang berasal dari kandungan bangsa Indonesia. Intisari Pancasila digali oleh Bung Karno dengan melihat kehidupan sosial masyarakat dan berbagai ajaran agama yang hidup di Indonesia. Karenanya, tak mengherankan walaupun disini hidup lebih dari satu agama, seperti Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu, serta berbagai aliran kepercayaan, namun penduduknya tetap toleran," ujar Bamsoet dalam konferensi pers di press room MPR RI, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini memaparkan, selain mengadakan pertemuan dengan Mr. Mohammed bin Abdulkarim al-Issa, MPR RI juga akan memfasilitasi penyelenggaraan seminar internasional tentang Islam yang rahmatan lil alamin, rahmat bagi semesta alam.

Berkaca pada kondisi masyarakat Indonesia yang hampir 90 persennya beragama Islam, namun tak pernah memaksakan apalagi menyalahgunakan agama sebagai sumber pertikaian dan peperangan. Wajah penduduk muslim Indonesia bisa dijadikan role model bagi wajah muslim dunia.

"Seminar internasional tentang Islam rahmatan lil alamin yang baru pertama kali diselenggarakan MPR RI ini merupakan langkah strategis bagi MPR RI menembus kancah internasional. Sekaligus mengimplementasikan tujuan bernegara Indonesia, sebagaimana tercantum dalam alinea ke-4 pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial," papar Bamsoet.

Dalam seminar internasional tersebut, Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, MPR RI akan mengundang berbagai lembaga keagamaan. Antara lain Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pengurus Pusat Muhammadiyah, Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Perwakilan Umat Budha Indonesia (WALUBI), Parisada Hindu Dharma Indonesia, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), serta berbagai tokoh agama dan cendikiawan yang concern terhadap kebangsaan, kemajemukan dan keagamaan.

"Indonesia merupakan surga kemajemukan dunia. Disini hidup dengan damai 1.340 suku bangsa, enam pemeluk agama, serta beragam aliran kepercayaan. Jika Indonesia saja bisa, berbagai negara bangsa yang notabene luas wilayah dan keanekaragaman penduduknya lebih kecil, seharusnya juga bisa. Nilai-nilai Pancasila yang berketuhanan, pengakuan terhadap hak asasi manusia (HAM), persatuan, kedaulatan rakyat, serta keadilan sosial, harus kita sebarkan ke berbagai penjuru dunia untuk mewujudkan dunia yang lebih damai, lebih toleran, dan berkemajemukan," pungkas Bamsoet.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, PON, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww