Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Maju Pilkada Bengkalis, Istri Tersangka Korupsi Didukung 4 Partai
Politik
11 jam yang lalu
Maju Pilkada Bengkalis, Istri Tersangka Korupsi Didukung 4 Partai
2
Sebut Santri Tahfidz Qur'an sebagai Calon Teroris, Gus Jazil Minta Denny Siregar Minta Maaf
Politik
16 jam yang lalu
Sebut Santri Tahfidz Quran sebagai Calon Teroris, Gus Jazil Minta Denny Siregar Minta Maaf
3
Bandara Sudah Sediakan Rapid Test, Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
Politik
16 jam yang lalu
Bandara Sudah Sediakan Rapid Test, Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
4
Viral Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV
Peristiwa
15 jam yang lalu
Viral Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV
5
Kualitas Sinyal Operator Buruk saat Pandemi, DPR Panggil Telkomsel, Indosat dan XL Axiata
Politik
16 jam yang lalu
Kualitas Sinyal Operator Buruk saat Pandemi, DPR Panggil Telkomsel, Indosat dan XL Axiata
6
Sebut Rp2,7 Triliun Bukan Angka Kecil, Nasir Djamil: Segera Usut Kasus Pemalsuan Label SNI
Politik
15 jam yang lalu
Sebut Rp2,7 Triliun Bukan Angka Kecil, Nasir Djamil: Segera Usut Kasus Pemalsuan Label SNI
Home  /  Berita  /  Jawa Barat

Corona di Depok adalah Pelajaran Pahit Pemerintah yang Selama Ini Mengklaim Aman

Corona di Depok adalah Pelajaran Pahit Pemerintah yang Selama Ini Mengklaim Aman
Senin, 02 Maret 2020 16:10 WIB
JAKARTA - Adanya dua warg Depok, Jawa Barat yang positif virus corona atau Covid-19 menjadi keprihatinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI).

Menurut anggota Komisi IX Fraksi Golkar, Darul Siska, dua korban tersebut harus benar-benar dipastikan sembuh.

"Saya kira tindakan pertama yang harus dilakukan, pemerintah menjamin dua warga negara kita yang suspect itu betul-betul sembuh," ucap Siska di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (2/3).

Dalam kasus ini, kedua korban yang merupakan ibu dan anak terinfeksi usai kontak langsung dengan WN Jepang yang melakukan perjalanan dari Malaysia ke Indonesia di mana setelah kembali ke Malaysia, WN Jepang tersebut positif corona.

Dengan demikian, pihaknya pun menilai para petugas di pintu masuk Indonesia kebobolan dan tidak teliti saat adanya warga negara asing masuk ke Indonesia membawa virus berbahaya tersebut.

"Ini menjadi perhatian pemerintah bahwa mulai detik ini, jangan lagi pemeriksaan itu sampel-sampel, jangan random-random. Semua orang masuk di Indonesia harus betul-betul diperiksa dengan proses dan prosedur yang benar," tegasnya.

Dengan adanya dua orang positif terjangkit virus corona ini menjadi pelajaran bagi pemerintah agar tidak menganggap enteng penyebaran virus tersebut.

"Ini pelajaran yang pahit buat Indonesia, selama ini kan kita merasa 'ah aman kok, Indonesia gak ada virus'. Nah ini peringatan buat semua petugas di bandara, pelabuhan. Semua orang yang masuk ke Indonesia, terutama dari luar negeri harus diperiksa satu per satu secara teliti," tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.id
Kategori:Jawa Barat, Politik, Pemerintahan, Peristiwa

wwwwww