Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
15 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
14 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
8 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
5
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
8 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
6
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
8 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Home  /  Berita  /  Badminton

Menuju Siaga Corona pasca Puluhan Petugas Medis RS Mitra Keluarga Diduga Terkontaminasi dari Pasien

Menuju Siaga Corona pasca Puluhan Petugas Medis RS Mitra Keluarga Diduga Terkontaminasi dari Pasien
Proteksi diri dari Corona, warga kenakan masker di lingkungan kerja. (Ilustrasi: Zul/GoNews.co)
Senin, 02 Maret 2020 16:30 WIB
JAKARTA - Grup whatsapp dihebohkan dengan kabar 73 tenaga media RS Mitra Keluarga Depok yang dirumahkan, pasca dua orang di Depok diduga terpapar Corona.

Dua orang di Depok yang diduga terinfeksi Corona itu, disebut pernah berobat ke RS Mitra Keluarga Depok, pada 25 dan 29 Februari 2020 lalu.

Kabar ini terkonfirmasi dalam pernyataan pers Wali Kota Depok M Idris Abdul Somad di Balai Kota, Depok, Senin (2/3/2020) sebagaimana dilansir sinarharapan.co.

Kata Idris, "tujuh puluh (orang) itu bukan berarti positif, tapi yang berinteraksi dengan pasien, itu dirumahkan dan sedang kita pantau,".

Idris menyampaikan bahwa pihak rumah sakit merumahkan ketujuh puluh tenaga medis itu untuk menghindari kontak dengan yang lain.

"Dikhawatirkan oleh pihak RS, karena 70 ini yang berinteraksi mengobati mendampingi si pasien sementara dirumahkan agar tidak terjangkit ke yang lain," kata Idris.

"Tenaga medis yang berinteraksi, dikhawatirkan, karena mereka berinteraksi. Itu dihitung semua, mereka semua dirumahkan," Idris menambahkan.

Republika melansir, pihak Kota sudah memanggil dan menggelar rapat dengan Direktur RS Mitra Keluarga Depok, membahaa langkah mitigasi pasca peristiwa ini. Dinas Kesehatan Kota Depok, kata Idris, juga sudah diperintahkan untuk berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI agar segera menerbitkan edaran siaga Corona.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), mempunyai desk khusus terkait Corona. Setidaknya, ini terkonfirmasi dari pernyataan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Bahtiar, saat menanggapi permintaan DPR agar Kemendagri membentuk desk khusus Corona.

"Sudah ada dan sudah berjalan (Desk itu, Red)" kata Bahtiar kepada GoNews.co kemarin.

Terkait dengan peristiwa dugaan tenaga medis di Depok terkontaminasi Corona, pihak desk Corona Kemendagri menyatakan, hal terkait teknis medis menjadi domain Kemenkes RI.

"Jika bersifat teknis medis, maka kelompok yang bekerja adalah kelompok ysng dipimpin Kememkes," kata Safrizal kepada GoNews.co, hari ini.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Olympic, PON, Badminton
wwwwww