Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
Peristiwa
11 jam yang lalu
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
2
Dirjen PRL Kementerian Kelautan Wafat Setelah Terinfeksi Corona
Nasional
14 jam yang lalu
3
PKS Nilai RUU APBN 2021 Belum Fokus Mengatasi Covid-19
Politik
12 jam yang lalu
PKS Nilai RUU APBN 2021 Belum Fokus Mengatasi Covid-19
4
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
Politik
11 jam yang lalu
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
5
Ke Mahasiswa Papua di Padang, Dirjen Otda Kemendagri dan Stafsus Presiden Perkenalkan 'Para-Para Papua'
Pemerintahan
13 jam yang lalu
Ke Mahasiswa Papua di Padang, Dirjen Otda Kemendagri dan Stafsus Presiden Perkenalkan Para-Para Papua
6
Tiga Nama Sudah Diserahkan, Presiden Didesak Segera Tetapkan Sekjen KPU RI
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Tiga Nama Sudah Diserahkan, Presiden Didesak Segera Tetapkan Sekjen KPU RI
Home  /  Berita  /  GoNews Group

MPR Ajak Generasi Muda Teladani Keterpelajaran Bapak Bangsa

MPR Ajak Generasi Muda Teladani Keterpelajaran Bapak Bangsa
Foto: MPR RI
Senin, 02 Maret 2020 17:24 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW) menuturkan, Indonesia dimerdekakan oleh orang-orang yang sangat terpelajar. Pada tahun 1945, para bapak dan ibu bangsa, adalah orang-orang yang sangat terpelajar.

Hidayat Nur Wahid (HNW) menyebut beberapa tokoh bapak bangsa yang sangat terpelajar, diantaranya, Moh Hatta, ahli ekonomi yang mendapat pendidikan di negeri Belanda. Juga banyak ahli hukum dari Belanda seperti Moh Yamin. Ada juga bapak bangsa yang sekolah di dalam negeri hingga tingkat sarjana seperti Ir. Soekarno. Hidayat juga menyebut bapak bangsa seperti Agus Salim.

"Agus Salim adalah otodidak. Dia tidak belajar di sekolah formal tetapi bisa menguasai delapan bahasa asing. Agus Salim membela Indonesia dalam diplomasi internasional," tuturnya.

Selain itu, lanjut Hidayat, ada para bapak bangsa dari kalangan kiai. Ada bapak bangsa yang mendapat pendidikan (sekolah) agama hingga ke Mesir seperti KH Kahar Muzakir. Ada pula yang belajar di pesantren seperti KH Wahid Hasjim dan Ki Bagus Hadikusumo.

Karena itu Hidayat meminta para siswa SMAN 28 Jakarta untuk meneladani sisi keterpelajaran dan sukses menjadi pelajar dari bapak dan ibu bangsa.

"Menjadi terpelajar dan sukses menjadi pelajar adalah hal mutlak. Jangan sampai kita yang mengisi kemerdekaan ini kualitas keterpelajaran kita lebih rendah dari bapak dan ibu bangsa. Mereka dulu sudah menghadirkan Indonesia merdeka, maka kita harus lebih dari mereka untuk menghadirkan Indonesia yang lebih hebat," katanya HNW.

Menurut Hidayat, Indonesia memerlukan corak ragam keahlian, termasuk di parlemen. Parlemen memerlukan segala macam keahlian.

Karena parlemen adalah lembaga yang mengawasi pemerintah baik urusan dalam negeri, luar negeri, hukum, pertanian, perhubungan, kesehatan, pendidikan, agama, ekonomi, dan sebagainya. Karena itu diperlukan SDM yang ahli di masing-masing bidang itu," paparnya.

"Parlemen membutuhkan sumber daya manusia yang beragam. MPR juga demikian dalam kaitannya dengan UUD sebagai rujukan yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk menjadi anggota MPR pun memerlukan keahlian yang beragam-ragam. Berbicara tentang Indonesia di MPR maka kita berbicara tentang keahlian yang juga beragam-ragam," imbuhnya.

Hal demikian disampaikan HNW ketika menerima kunjungan para siswa SMAN 28 Jakarta, di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (2/3/2020). Ikut menerima kunjungan para siswa ini antara lain anggota MPR Hj Andi Yuliani Paris dan Kepala Biro Humas MPR RI Siti Fauziah.

Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah, dalam pengantarnya meminta, para siswa hendaknya bisa memanfaatkan pertemuan dengan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

"Sungguh kesempatan berharga bertemu langsung dengan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Para siswa bisa mendengar secara langsung dan bertanya langsung dari pelaku sejarah di MPR ini. Karena itu pertemuan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat," ujarnya.

Guru Pembina SMAN 28 Jakarta, Eliza, mengungkapkan siswa yang hadir sebanyak 250 siswa kelas X dan 37 dari OSIS serta 10 guru pendamping.

"Berkunjunga ke parlemen merupakan kegiatan tahunan OSIS untuk mendapatkan pengalaman langsung di parlemen," ujarnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:Humas
Kategori:GoNews Group, Pendidikan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww