Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
19 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
20 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
16 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
15 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
14 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

QR 'Code' di Dokumen Kependudukan, Permudah Warga dan Hemat Anggaran Negara

QR Code di Dokumen Kependudukan, Permudah Warga dan Hemat Anggaran Negara
Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrullah. (Foto: Puspen)
Senin, 02 Maret 2020 12:34 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri merevolusi kertas sekuriti dalam dokumen catatan sipil warga. Di Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran, kini dilengkapi dengan QR Code.

Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrullah mengemukakan, penggunaan QR Code sebagai pengganti kertas sekuriti, tidak hanya akan mempermudah warga dalam memperoleh dokumen kependudukan tapi juga menghemat anggaran negara.

"Dokumen kependudukan seperti KK, akta kelahiran yang dicetak dengan kertas putih biasa tidak perlu lagi dilegalisir karena itu sudah sah," kata Zudan saat berkunjung ke Dinas Dukcapil Kabupaten Bantul di Komplek II Perkantoran Pemkab Bantul, Jl. Lingkar Timur, Manding, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (1/3/2020) kemarin.

Mengutip siaran Puspen Kemendagri, dengan pemberlakuan QR Code, penduduk tak perlu mengambil akta kelahiran, akta kematian, surat pindah, atau kartu keluarga (KK) di kantor Disdukcapil, karena semua layanan dokumen kependudukan bisa dikirimkan langsung warga dalam bentuk berkas PDF sehingga bisa dicetak di rumah masing-masing.

Bila masyarakat meragukan keabsahannya, Zudan menggaransi, silakan hubungi kantor Disdukcapil terdekat. Atau bisa dicek kode QR (quick response) sebagai ganti tanda tangan dan cap basah atau yang dicetak dengan security printing.

"Dengan cara mengubah security printing menjadi kertas putih biasa negara bisa menghemat Rp450 miliar di tahun 2019," kata Zudan.***

wwwwww