Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
11 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
7 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
8 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
13 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Kepulauan Riau

Terkait Corona, 15 Warga Batam Dikarantina dan Dijaga Ketat Polisi di 2 Lokasi

Terkait Corona, 15 Warga Batam Dikarantina dan Dijaga Ketat Polisi di 2 Lokasi
Suasana Bandara Batam. (Istimewa)
Selasa, 03 Maret 2020 14:12 WIB
JAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjeptjep Yudiana mengatakan, 15 orang warga Batam yang saat ini menjalani karantina akan dijamin kebutuhannya selama 14 hari oleh pemerintah.

Sebanyak 15 warga itu dikarantina akibat pernah bertemu dan berkomunikasi dengan empat WNA asal Singapura yang dinyatakan positif virus corona oleh Pemerintah Singapura. Mereka dikarantina untuk meminimalisasi upaya penyebaran virus corona jika 15 orang ini ternyata positif.

"Tapi alhamdulillah sampai saat ini semua dalam kondisi sehat," kata Tjetjep melalui telepon, Senin (2/3/2020).

Diakui Tjetjep, saat ini dari 15 orang tersebut masing-masing dirawat di dua lokasi berbeda. Sopir WNA asal Singapura yang positif corona dikarantina di rumahnya.

Sementara untuk pembantu atau pekerja rumah tangga sekaligus tukang ojek WNA Singapura tersebut ditempatkan di sebuah lokasi yang ditunjuk Pemerintah Provinsi Kepri.

"Untuk tempat masih kami rahasiakan, hal ini untuk menghindari adanya kecemasan warga. Yang jelas, proses karantina dilakukan sesuai standar kesehatan dunia (WHO)," jelas Tjetjep.

Tjetjep menambahkan, setiap harinya bahkan setiap jam 15, warga Batam yang dikarantina terus diperiksa kesehatannya. Untuk obat-obatan terus diberikan kepada pasien, mulai dari obat makan hingga suntik.
"Kami pastikan setiap perkembangannya pasien terus ter-record dan tidak terlewatkan," papar Tjetjep.

Selain itu, selama 14 hari, orang ini tidak boleh keluar. Semua kebutuhan mereka sehari-hari dipenuhi oleh pemerintah. "Jadi selama dikarantina, semua keperluan sehari-harinya kami cukupkan," katanya.

Tjetjep mengatakan, dua lokasi karantina juga dijaga ketat aparat kepolisian. Kendati demikian, Tjetjep mengimbau agar masyarakat Batam khususnya dan Kepri umumnya untuk tetap tenang dan tidak cemas. "Alhamdulillah sampai saat ini masih aman, jadi tidak perlu terlalu cemas. Saat ini masa inkubasi sudah lewat dari tujuh hari, jadi masih ada tujuh hari ke depan untuk menyatakan 15 orang ini benar-benar dinyatakan sehat," katanya.

Sebelunnya, 15 orang yang dikarantina ini merupakan orang-orang yang pernah bertemu dan berkomunikasi dengan empat WNA Singapura yang dinyatakan positif corona.

Dua orang di antaranya diketahui telah bertemu dan berkomunikasi dengan warga Singapura itu kurang dari tiga hari. Untuk menghindari penyebaran di Indonesia, khususnya Batam, pemerintah langsung mengarantina dua orang tersebut, termasuk mereka yang pernah bertemu dan berkomunikasi dengan mereka.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Kompas.com
Kategori:PON, Olympic, Voli, Kepulauan Riau
wwwwww