Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
8 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
10 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
4 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
6 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
10 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Usai Jokowi Umumkan 2 Pasien Terjangkit Virus Corona, Harga Masker Melonjak hingga Rp 1,5 Juta

Usai Jokowi Umumkan 2 Pasien Terjangkit Virus Corona, Harga Masker Melonjak hingga Rp 1,5 Juta
Ilustrasi. (Net)
Selasa, 03 Maret 2020 14:22 WIB
JAKARTA - Setelah Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumumkan dua Warga Negara Indonesia (WNI) positif terjangkit virus corona atau Covid-19 pada, Senin 2 Maret 2020 kemarin, kepanikan menghampiri masyarakat.

Terutama di wilayah DKI Jakarta. Sebab, dua WNI yang terjangkit tinggal di kota penyanggah dari Ibu Kota, yakni Depok, Jawa Barat. Dua WNI tersebut kini menjalani perawatan di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara.

Warga DKI Jakarta dan sekitarnya pun berbondong-bondong menyerbu toko-toko alat kesehatan yang menjual masker. Salah satu yang dituju adalah Pasar Pramuka, Jakarta Timur.

Lisa Pradianti, seorang warga asal Cakung mengaku tak mempersoalkan harga masker yang kini naik hingga 10 kali lipat. Menurut dia, lebih baik mencegah dari pada mengobati.

"Mahal juga tak masalah, asal punya (masker) supaya enggak ketularan (tertular virus corona)," ujar dia, Selasa (3/3/2020).

Dia mengaku membeli masker untuk nantinya dipakai oleh sang suami. Dia mengaku sang suami kerap bepergian ke luar kota lantaran tugas dari kantor.

Dia mengatakan, setelah membaca berita bahwa di Pasar Pramuka masih menyimpan stok masker, dia pun bergegas untuk membelinya.

"(Mencari masker) buat suami. Buat saya pakai juga. Beli di mana-mana habis mas," kata dia.

Tak hanya Lisa, pemburu masker lainnya, yakni Setiawan mengaku membutuhkan masker karena terbiasa menggunakannya saat berkendara. Saat isu virus corona menyebar, dia pun harus rela merogoh kantong lebih dalam guna membeli salah satu yang menjadi kebutuhannya.

"Saya sudah biasa pakai masker itu, mas, yang merknya Sensi Mask, yang hijau itu. Biasa buat di motor, biar enggak kena debu," kata dia.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Pasar Pramuka yang menjajakan masker dan obat-obatan ramai dikunjungi pembeli. Lorong-lorong sempit di Pasar ini kian sesak dengan banyaknya warga yang mencari masker.

Kebanyakan dari mereka mencari masker untuk digunakan sendiri.

Sementara itu, terlihat juga tak semua toko menjual masker. Hanya beberapa kios saja yang masih memiliki stok masker.

Harga Masker Hingga 1,5 Juta

Harga masker di Pasar Pramuka ini berkisar dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Untuk masker tiga lapis dengan berbagai merk dijual dikisaran harga Rp 300 hingga Rp 350 ribu per-box dengan isi 50 buah. Sementara masker N95 dibanderol dengan harga mencapai Rp 1,5 juta.

Menurut Jhony, pemilik kios di Pasar Pramuka mengatakan stok masker mulai menipis lantaran diserbu pembeli pada, Senin (2/3/2020) atau usai Jokowi mengumumkan adanya dua WNI terjangkit virus Corona.

"Semalam yang ramai mas. Ini stok sudah mulai menipis. Kalau nanti malam ramai lagi, ya enggak tahu (stok habis atau tidak)," kata dia.

Menurut Jhony, kebanyakan masyarakat membeli masker biasa, seperti merk Sensi Mask yang harganya mencapai Rp 350 ribu per-box.

"Yang jenis N95 sudah langka soalnya mas," kata dia.

Menurutnya, sejak awal muncul berita di China warganya terjangkit virus Corona, harga masker mulai naik di pasaran. Masker biasa yang awalnya dibanderol Rp 30 ribu kini naik menjadi sekitar Rp 350 ribu.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, Voli, DKI Jakarta
wwwwww