Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
17 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
19 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
3
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
22 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
4
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
MPR RI
12 jam yang lalu
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
5
Detik-detik Jenazah PDP Corona di Sumsel Jatuh Saat akan Dikuburkan
Peristiwa
20 jam yang lalu
Detik-detik Jenazah PDP Corona di Sumsel Jatuh Saat akan Dikuburkan
6
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Politik
21 jam yang lalu
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pasca 2 Orang Positif Corona di Depok, DPR: Penanggulangan Wabah dapat Diserahkan kepada BNPB

Pasca 2 Orang Positif Corona di Depok, DPR: Penanggulangan Wabah dapat Diserahkan kepada BNPB
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Dok. GoNews.co)
Rabu, 04 Maret 2020 18:38 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Ketua DPR RI, Puan Maharani mengimbau, agar penyelenggaraan penanggulangan wabah virus Corona dapat diserahkan kepada BNPB atau kelembagaan lain yang efektif sesuai aturan perundang-undangan.

Ini disebut Puan sebagai bagian dari penanganan wabah virus corona secara terpusat agar terkoordinasi, terpadu, dan terintegrasi.

"Adanya tim penanggulangan wabah secara nasional ini penting untuk menjamin kehadiran negara dalam penanggulangan penyebaran virus corona sehingga meyakinkan seluruh masyarakat bahwa Indonesia selalu waspada, siaga, dan serius dalam menangani virus korona. Tim ini bekerja 24 jam nonstop, 7 hari dalam sepekan," kata Puan dalam rilisnya Selasa (3/3/2020) kemarin.

Tim penanggulangan virus corona, kata Puan, mengkoordinasikan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan secara nasional untuk memastikan protokol pencegahan dan penanggulangan berjalan sesuai standard operation and procedure (SOP) penanganan epidemi Covid-19 atau Corona,".

Puan juga mengimbau pemerintah agar mengambil langkah-langkah transparan dengan terus memperbaharui informasi tentang kasus, tindakan penanganan serta sosialisasi tentang pencegahan penyebaran virus corona menggunakan seluruh platform media, "agar masyarakat tidak termakan kabar hoax tentang kasus korona,".

Perlindungan identitas pasien corona, juga ditegaskan Puan, harus dilindungi pemerintah.

Terkait identitas pasien, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk Corona, Achmad Yurianto, sempat menegaskan bahwa data pasien corona sepenuhnya dimiliki pihak medis sehingga wewenang penyampaian ke publik menjadi hak daripada Kemenkes dan rumah sakit.

"Menyampaikan kasus ini confirm positif atau tidak, itu adalah kewenangan Kemenkes. Sebenarnya, lebih detail lagi rumah sakit yang diminta itulah yang menyampaikan. Kalau kemudian daerah mengumumkam sendiri saya enggak tahu," kata Achmad di Kemenkes, Selasa (3/3/2020) kemarin.

Adapun terkait imbauan DPR agar penyelenggaraan penanggulangan wabah virus Corona dapat diserahkan kepada BNPB, Achmad masih belum menjawab pesan singkat GoNews.co pada Rabu (4/3/2020) petang.

Pun demikian dengan Humas BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Agus Wibowo. Agus menyatakan, dirinya tengah dalam perjalanan ke Jawa Timur petang ini, saat ditanya tentang model koordinasi BNPB dengan pemerintah terkait Corona sejauh ini.

Tapi penelusuran daring soal BPNB terkait Corona, memotret upaya BPNB dalam membantu pemerintah untuk menjaga masyarakat dari kabar-kabar hoax terkait virus asal Wuhan, China ini.

Situs bnpb.go.id melansir tulisan berjudul "Awas dan Hati-Hati Terinfeksi Virus Berita Hoaks Corona," pada 1 Maret 2020. Per petang hari ini, sudah 538 orang membaca imbauan tersebut.

Sebagai informasi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga berada di Jawa Timur pada hari ini. Tito menghadiri Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) Regional I Tahun 2020, di Surabaya.***


wwwwww