Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Seiring 'New Normal', Portal Akses 'Pemicu Konflik' Baiknya Dibuka
Lingkungan
18 jam yang lalu
Seiring New Normal, Portal Akses Pemicu Konflik Baiknya Dibuka
2
Tak Setuju 'New Normal'? Ini Pesan Hergun...
DPR RI
20 jam yang lalu
Tak Setuju New Normal? Ini Pesan Hergun...
3
Pilkada Desember 2020 Dinilai sebagai Pemerkosaan Politik
DPD RI
22 jam yang lalu
Pilkada Desember 2020 Dinilai sebagai Pemerkosaan Politik
4
'New Normal' saat Sekarang Disebut bisa Menjadi Dosa Kebijakan
DPR RI
24 jam yang lalu
New Normal saat Sekarang Disebut bisa Menjadi Dosa Kebijakan
5
Legislator Minta Pemerintah Buat Aturan Komprehensif Lindungi ABK WNI
DPR RI
23 jam yang lalu
Legislator Minta Pemerintah Buat Aturan Komprehensif Lindungi ABK WNI
6
Sukamta Sebut New Normal Hanya Kedok Pemerintah Tutupi Kegagalan Tangani Covid-19
DPR RI
19 jam yang lalu
Sukamta Sebut New Normal Hanya Kedok Pemerintah Tutupi Kegagalan Tangani Covid-19
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Polisi dan BPBD Mengonfirmasi Tewasnya Kyai dan 6 Santrinya di Bekas Galian C

Polisi dan BPBD Mengonfirmasi Tewasnya Kyai dan 6 Santrinya di Bekas Galian C
Polisi saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). (Foto: Kumparan.com)
Senin, 09 Maret 2020 16:12 WIB
GROBOGAN - BPBD Grobogan mengonfirmasi tewasnya seorang Kiai Pondok Pesantren Al Latiffiyah dan lima santriwatinya karena tenggelam di bekas Galian C Dusun Sobotuwo, Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan, Endang Sulistyoningsih, dalam lansiran kumparan.com mengatakan, kejadian tenggelam itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Para santriwati saat itu sedang membersihkan badan di sekitar bekas galian usai kerja bakti.

"Benar meninggal 6 orang. Jadi habis kerja bakti, bersih badan di sana," terang Endang.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Iskandar F. Sutisna menjelaskan, awalnya 7 orang santriwati Pondok Pesantren Al Latiffiyah meminta izin untuk memetik sayuran di dekat lokasi kejadian. Kemudian bermain air di bekas galian itu.

"Para santri tersebut memetik sayur kemudian bermain air di kubangan bekas galian C," ujar Iskandar dalam keterangannya.

Menurut Iskandar, salah satu santriwati kemudian terpeleset. Kemudian santri yang lain bersama seorang kiai bernama KH Wahyudi (61) berusaha menolong namun ikut tenggelam.

"Selain itu kiai pesantren tersebut KH Wahyudi yang hendak membantu santrinya juga ikut tenggelam," ungkapnya.

Selain KH Wahyudi, Iskandar menjelaskan, identitas korban tewas lain, yakni Shofa Lu'lu'ul Maknun (17), Susi Susanti (18), Nazila (13), Lina (17), dan Istiroqin (13). Sementara dua santri yang selamat yaitu Lala Alfi dan Hanifah.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Jawa Tengah, DKI Jakarta, Lingkungan, Peristiwa, GoNews Group

wwwwww