Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
10 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
10 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
5 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
5 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
4 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
4 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Polisi dan BPBD Mengonfirmasi Tewasnya Kyai dan 6 Santrinya di Bekas Galian C

Polisi dan BPBD Mengonfirmasi Tewasnya Kyai dan 6 Santrinya di Bekas Galian C
Polisi saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). (Foto: Kumparan.com)
Senin, 09 Maret 2020 16:12 WIB
GROBOGAN - BPBD Grobogan mengonfirmasi tewasnya seorang Kiai Pondok Pesantren Al Latiffiyah dan lima santriwatinya karena tenggelam di bekas Galian C Dusun Sobotuwo, Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan, Endang Sulistyoningsih, dalam lansiran kumparan.com mengatakan, kejadian tenggelam itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Para santriwati saat itu sedang membersihkan badan di sekitar bekas galian usai kerja bakti.

"Benar meninggal 6 orang. Jadi habis kerja bakti, bersih badan di sana," terang Endang.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Iskandar F. Sutisna menjelaskan, awalnya 7 orang santriwati Pondok Pesantren Al Latiffiyah meminta izin untuk memetik sayuran di dekat lokasi kejadian. Kemudian bermain air di bekas galian itu.

"Para santri tersebut memetik sayur kemudian bermain air di kubangan bekas galian C," ujar Iskandar dalam keterangannya.

Menurut Iskandar, salah satu santriwati kemudian terpeleset. Kemudian santri yang lain bersama seorang kiai bernama KH Wahyudi (61) berusaha menolong namun ikut tenggelam.

"Selain itu kiai pesantren tersebut KH Wahyudi yang hendak membantu santrinya juga ikut tenggelam," ungkapnya.

Selain KH Wahyudi, Iskandar menjelaskan, identitas korban tewas lain, yakni Shofa Lu'lu'ul Maknun (17), Susi Susanti (18), Nazila (13), Lina (17), dan Istiroqin (13). Sementara dua santri yang selamat yaitu Lala Alfi dan Hanifah.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Jawa Tengah, DKI Jakarta, Lingkungan, Olympic, Badminton
wwwwww