Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
Peristiwa
12 jam yang lalu
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
2
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
Politik
9 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
3
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
Hukum
9 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
4
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
DPR RI
8 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
5
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Peristiwa
7 jam yang lalu
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
6
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
Kesehatan
5 jam yang lalu
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

DPN Sahabat Polisi Gelar Seminar Nasional Bahaya dan Upaya Pencegahan Paham Radikalisme

DPN Sahabat Polisi Gelar Seminar Nasional Bahaya dan Upaya Pencegahan Paham Radikalisme
Jum'at, 13 Maret 2020 20:16 WIB
Penulis: Penry Nababan SH
JAKARTA - Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Sahabat Polisi menggelar seminar nasional dengan tema bahaya penyebaran paham radikalisme dan upaya pencegahannya.

Seminar yang digelar di Swiss Belhotel Mangga Besar, Jakarta Pusat itu menghadirkan Wakil Ketua DPR-RI Aziz Syamsuddin.

Dalam pemaparannya, politisi partai Golkar itu mengungkapkan, untuk mencegah penyebaran radikalisme harus ditopang anggaran, bila dibutuhkan untuk menangkal terorisme.

“Dari sisi regulasi, kami selalu melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi BIN, karena regulasi hukum itu berkembang dan bertumbuh, sehingga dilakukan perubahan-perubahan jika dipandang perlu,” kata Aziz, di Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Dia juga mengaitkan radikalisme dengan virus corona yang kini sedang menjadi isu utama dunia. Aziz mengatakan, dahulunya berperang menggunakan pistol, tank, nuklir sekarang berjalan dengan waktu berganti menjadi senjata biologis.

"Corona atau penyakit yang sekarang ini, bisa kita anggap sebagai epidermi, dan WHO sudah menyatakan itu secara menyeluruh. Kita jangan lengah, orang sekarang berperang menjatuhkan ekonomi satu negara dengan senjata biologis. Dengan senjata biologis itu, tanpa dirasa ekonomi orang bisa drop,” beber Aziz.

Aziz melanjutkan, DPR telah minta kepada instansi terkait untuk menjaga border line dan Menkominfo harus segera melakukan pencerahan kepada masyarakat, karena pemerintah itu harus lakukan pencegahan secara dini.

Dalam seminar nasional itu, tampak hadir Wawan Purwanto Juru bicara kepala BIN, AKBP Santo Perwakilan Luhkum Divkum Polri, Ketum DPN Sahabat Fonda Tangguh, Sekjen DPN Sahabat Polisi Ade Mulyana dan sejumlah tokoh penting lainnya.

Editor:Penry
Kategori:GoNews Group, Umum, Peristiwa

wwwwww