Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
Peristiwa
14 jam yang lalu
Terapkan New Normal, DPR Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa
2
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
Politik
14 jam yang lalu
Ketua DPD RI Ajak Elemen Bangsa Gotong Royong Tekan Covid-19
3
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
Umum
14 jam yang lalu
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
4
Dugaan Gratifikasi, KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan
Hukum
14 jam yang lalu
Dugaan Gratifikasi, KPK Tangkap Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan Menantunya di Jakarta Selatan
5
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
Politik
14 jam yang lalu
Syarief Hasan : Tap MPRS No. XXV/1966 Beri Kepastian Hukum dalam RUU HIP
6
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal
Kesehatan
13 jam yang lalu
DMI: Kapasitas Masjid Hanya Boleh 40 Persen Saat New Normal
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Antisipasi Wabah Corona, Bamsoet Sarankan Masyarakat Tak Mudik Lebaran

Antisipasi Wabah Corona, Bamsoet Sarankan Masyarakat Tak Mudik Lebaran
Ilustrasi mudik. (Istimewa)
Kamis, 19 Maret 2020 16:42 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, meminta masyarakat untuk menahan diri dengan tidak mudik ke kampung halaman ketika Hari Raya Idul Fitri 2020 atau 1 Syawal 1441 Hijriah.

Hal ini disampaikan Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, menanggapi surat keputusan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang memperpanjang status darurat bencana akibat virus corona hingga 29 Mei 2020.

"Kami mengimbau agar masyarakat dapat mempertimbangkan kembali rencana mudik lebaran tahun 2020 dengan melakukan silaturahmi dan komunikasi jarak jauh untuk sementara waktu, demi meminimalisasi penularan virus corona," kata Bamsoet, Kamis (19/3/2020) di Jakarta.

Bamsoet menyarankan, agar momen saling memaafkan saat lebaran bisa dilakukan melalui smartphone dengan fitur video call. Namun, ia mengatakan, tak menutup kemungkinan masyarakat bisa melakukan mudik, apabila kondisi wabah virus corona ke depannya semakin mereda.

"Bersilaturahmi, sekarang dengan adanya telepon, video call bisa dilakukan, bisa saling memaafkan dengan telepon atau video call begitu. Namun jika terpaksa tetap harus melakukan perjalanan mudik, maka masyarakat harus memastikan kesehatan diri terlebih dahulu dengan melakukan pemeriksaan kesehatan, guna memastikan diri tidak terinfeksi virus sehingga tidak menularkan kepada orang lain," katanya.

Wakil Ketua Kadin ini juga meminta, agar Pemerintah dapat menyusun rencana cadangan bagi masyarakat dalam menghadapi musim mudik, seperti dengan mengatur jadwal keberangkatan dan penambahan moda angkutan lebaran agar tidak terjadi penumpukan orang dan kondisi berdesak-desakan, mengingat masa darurat bencana corona statusnya telah diperpanjang dari 29 Februari hingga 29 Mei 2020.

"Kita juga mendorong Pemerintah untuk secara berkala memastikan ketersediaan stok dan kestabilan harga bahan pangan, terutama jelang Ramadan. Pemerintah juga harus memastikan tidak ada kegiatan mudik bersama dan mempertimbangkan untuk mengurangi jadwal angkutan mudik, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat terhadap persoalan mudik yang ditiadakan tersebut, agar seluruh elemen masyarakat dapat memahami dan memiliki kesamaan persepsi terkait hal tersebut," tandasnya.

Selain itu, Ia juga meminta Pemerintah mempersiapkan tenaga medis dan paramedis di setiap area yang sudah dan masih dalam pemantauan, mengingat masih adanya potensi masyarakat yang melakukan mudik.

"Saya mengimbau juga, kepada pengurus rumah ibadah untuk membersihkan dan menggulung karpetnya yang berpotensi menjadi tempat penularan Covid-19, dan melakukan penyemprotan desinfektan, serta menyarankan masyarakat untuk membawa perlengkapan ibadah masing-masing," tandasnya.

Bamsoet juga berpesan, supaya masyarakat, terutama yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), agar memiliki kesadaran diri untuk mengisolasi diri atau melakukan social distance sementara waktu dan tidak menghadiri kegiatan yang ramai orang selama Ramadan maupun Lebaran.***


wwwwww