Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
19 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
18 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
12 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
12 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
12 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
17 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Badminton
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Yoyok Sukawi Jamin Gaji PSIS Aman

Yoyok Sukawi Jamin Gaji PSIS Aman
Rabu, 25 Maret 2020 17:42 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SEMARANG - PSSI telah menghentikan sementara Kompetisi Sepakbola  Liga 1  2020 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Begitu juga Liga 2 karena wabah virus Corona atau Covid 19 melanda Indonesia.

Semua klub akhirnya meliburkan aktivitas latihan rata-rata hingga awal bulan depan. Termasuk juga PSIS Semarang yang menghentikan agenda training selama dua pekan.

Meski kompetisi vakum dan latihan berhenti, namun CEO PSIS, AS Sukawijaya alias Yoyok Sukawi memastikan hak pemain tetap aman. Hak yang dimaksud adalah mengenai gaji yang biasa diterima Hari Nur Yulianto dan kawan-kawan.

"Pastinya kami tetap memenuhi kewajiban untuk membayar gaji ke pemain, karena berpedoman pada kontrak. Selama ini kondisinya normal seperti biasanya," kata Yoyok, Rabu (25/3/2020).

Pihaknya enggan membahas untung dan rugi dalam hal finansial berkaitan dengan terhentinya kompetisi. Menurutnya, wabah Corona memang sesuatu yang berbahaya sehingga penghentian Liga 1 merupakan langkah tepat.

"Kami tidak akan berandai-andai soal apa yang akan terjadi nanti. Namun yang pasti semua mengacu pada statuta FIFA, PSSI, dan juga pemerintah soal kontrak," ujar dia.

Selama ini, para kontestan aktif berkomunikasi untuk membahas dan mencari solusi berkait kelanjutan kompetisi. Perwakilan klub juga menggelar rapat secara jarak jauh atau virtual meeting untuk menyampaikan aspirasi meski tidak harus bertatap muka. ***

wwwwww