Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Catatan Kritis Anis Byarwati Tentang Omnibus Law
DPR RI
21 jam yang lalu
Catatan Kritis Anis Byarwati Tentang Omnibus Law
2
Koperasi dan UMKM Jadi Penyelamat Resesi Ekonomi Kata Fahri Hamzah
Ekonomi
22 jam yang lalu
Koperasi dan UMKM Jadi Penyelamat Resesi Ekonomi Kata Fahri Hamzah
3
HNW: Sidang Tahunan Bukti MPR Taat Aturan
MPR RI
21 jam yang lalu
HNW: Sidang Tahunan Bukti MPR Taat Aturan
4
Sidang Tahunan MPR RI, Fadel Muhammad: Pidato Presiden Harus Beri Harapan
MPR RI
20 jam yang lalu
Sidang Tahunan MPR RI, Fadel Muhammad: Pidato Presiden Harus Beri Harapan
5
MPR Akan Gelar Sidang Tahunan Dengan Protokol Kesehatan
MPR RI
21 jam yang lalu
MPR Akan Gelar Sidang Tahunan Dengan Protokol Kesehatan
6
Asphija Akui 'Ngemis Sana-Sini' Perjuangkan Nasib Pekerja Industri Hiburan
Ekonomi
18 jam yang lalu
Asphija Akui Ngemis Sana-Sini Perjuangkan Nasib Pekerja Industri Hiburan
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Yoyok Sukawi Jamin Gaji PSIS Aman

Yoyok Sukawi Jamin Gaji PSIS Aman
Rabu, 25 Maret 2020 17:42 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SEMARANG - PSSI telah menghentikan sementara Kompetisi Sepakbola  Liga 1  2020 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Begitu juga Liga 2 karena wabah virus Corona atau Covid 19 melanda Indonesia.

Semua klub akhirnya meliburkan aktivitas latihan rata-rata hingga awal bulan depan. Termasuk juga PSIS Semarang yang menghentikan agenda training selama dua pekan.

Meski kompetisi vakum dan latihan berhenti, namun CEO PSIS, AS Sukawijaya alias Yoyok Sukawi memastikan hak pemain tetap aman. Hak yang dimaksud adalah mengenai gaji yang biasa diterima Hari Nur Yulianto dan kawan-kawan.

"Pastinya kami tetap memenuhi kewajiban untuk membayar gaji ke pemain, karena berpedoman pada kontrak. Selama ini kondisinya normal seperti biasanya," kata Yoyok, Rabu (25/3/2020).

Pihaknya enggan membahas untung dan rugi dalam hal finansial berkaitan dengan terhentinya kompetisi. Menurutnya, wabah Corona memang sesuatu yang berbahaya sehingga penghentian Liga 1 merupakan langkah tepat.

"Kami tidak akan berandai-andai soal apa yang akan terjadi nanti. Namun yang pasti semua mengacu pada statuta FIFA, PSSI, dan juga pemerintah soal kontrak," ujar dia.

Selama ini, para kontestan aktif berkomunikasi untuk membahas dan mencari solusi berkait kelanjutan kompetisi. Perwakilan klub juga menggelar rapat secara jarak jauh atau virtual meeting untuk menyampaikan aspirasi meski tidak harus bertatap muka. ***


wwwwww