Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
7 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
7 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
7 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Heboh Penjual Jamu di Pondok Labu Meninggal karena Corona, Ternyata Hoax

Heboh Penjual Jamu di Pondok Labu Meninggal karena Corona, Ternyata Hoax
Ilustrasi. (net)
Selasa, 31 Maret 2020 12:49 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Warga Desa Pangkalan Jati, Cinere, Depok dihebohkan dengan pesan berantai melalui media sosial whatsapp, yang mengabarkan ada salah satu warga di Jalan Keramat, meninggal akibat virus Corona.

"Hati-hati, satu warga daerah kita tepatnya di Jalan Keramat RT04/RW01 sudah ada korban virus Corona. Warga tersebut adalah ibu-ibu yang biasa jualan jamu di Pasar Pondok Labu," bunyi pesan berantai tersebut.

Namun kabar tersebut ternyata tidak benar. Hal tersebut diungkapkan Siti Komariyah, warga Jalan Keramat, Pangkalan Jati, kepada GoNews.co Selasa (31/3/2020). "Beritanya simpang siur, tapi saya pastikan itu hoax, karena saya sudah konfirmasi langsung ke suaminya," ujar Siti.

Hal senada juga diungkapkan Ketua RT setempat. "Hoax mas, ini berita bohong dan bikin resah warga. Memang benar ada warga RT04 yang meninggal dunia, tapi bukan karena Corona, hasil pemeriksaan dokter dan keterangan keluarga, Dia meninggal karena mengidap penyakit maag kronis," tegasnya.

"Kalau dikatakan beliau penjual jamu di Pasar Pondok Labu emang benar, tapi sekali lagi beliau meninggal bukan karena Corona. Selain jualan jamu, ibu ini sehari-hari juga memproduksi tempe dengan suaminya," timpalnya.

Untuk itu, Ia berpesan agar masyarakat tak lagi bikin isu yang bisa membuat warga resah dan panik. "Jangan di viralkan lagi berita hoax ini. Kasihan keluarga dan kerabatnya, mari sama-sama menjaga suasan kondusif di tengah keprihatinan kita menghadapi wabah virus Corona ini," pungkasnya.***

wwwwww