Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
21 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
17 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
19 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
23 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
15 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Pasien RSUD Wongosegoro Berbagi Tips Sembuh Corona

Pasien RSUD Wongosegoro Berbagi Tips Sembuh Corona
Rabu, 01 April 2020 16:53 WIB
REMBANG - Muhyin (28) merupakan pasien positif Corona yang berhasil sembuh dalam masa perawatan di ruang isolasi RSUD K.R.M.T Wongsonegoro, Semarang. Warga Rembang itu menceritakan keinginan kuatnya untuk sembuh dari virus dengan berusaha mengatur pola pikiran dan menenangkan diri.

Dia mengungkapkan, selama masa karantina dirinya selalu mengatur pola hidup. Selain itu, seluruh aturan yang diberikan oleh pihak rumah sakit selalu dijalankan.

"Selama 12 hari rasanya lama. Mereka selalu sabar berikan anjuran makan teratur seperti sayuran. Kalau sudah jadwalnya minum obat ya harus minum. Setiap jam dipantau terus oleh perawat. Kalau ada yang kelewatan pasti ditegur," katanya di RSUD Wongsonegoro, Semarang, Selasa (30/3).

Muhyin diminta untuk melepaskan semua pikiran yang membebaninya. Dengan melepas beban pikir, tim medis mempercayai dia akan cepat sembuh dan kembali pulang.

"Dokter dan perawat beri kami semangat. Mereka jamin kalau saya bisa sembuh. Jadi intinya langsung saya lepaskan beban pikir, dan semua anjuran tim medis saya patuhi. Semua saya jalani ikhlas dan berdoa," jelasnya.

Sebelumnya Muhyin mengalami gejala tidak enak badan ketika pulang dari Denpasar, Bali. Sampai di rumah, dia mengalami sesak napas dan batuk. Kemudian dia langsung dibawa ke RSUD Rembang.

"Saya dites kondisi saya kata dokter gejala Corona, lantas saya dirujuk ke RSUD Semarang. Di sini saya mulai menjalani perawatan isolasi, istirahat total," jelas pria yang bekerja proyek di Denpasar itu.

Sementara itu, Risa juga terkena Covid-19 usai dirinya menggelar pameran nasional di sejumlah kota. Diduga dirinya terpapar Virus Corona saat melakukan kontak dengan orang-orang yang menghadiri pameran.

"Saya pameran di Bali, Surabaya dan Bandung. Awal saat di Bali dan Surabaya masih santai saja, namun saat di Bandung kurang tiga hari pameran mulai terasa sesak napas namun masih saya tahan. Saat pulang ke Semarang usai turun dari kereta saya langsung ke RSUD KRMT Wongsonegoro dan setelah ditest hasilnya positif," ujar warga Kedung Mundu Semarang ini.

Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro dr Susi Herawati mengatakan ada empat pasien dinyatakan sembuh setelah dilakukan perawatan selama 12 hari. Mereka telah menjalani test sebanyak tiga kali dan hasilnya negatif.

"Ada empat pasien semua sembuh setelah hasilnya negatif. Mereka Muyin asal Rembang, Lastri asal Ungaran, Sutan Nur Baiti asal Kendal, dan Lisa Farida Sari asal Semarang," terangnya.

Sedangkan kondisi pasien yang sembuh nantinya akan tetap dipantau melalui telepon. Kesembuhan pasien ini berkat kerja sama antara tim dokter, perawat, tenaga medis RSUD K.R.M.T Wongosegoro dengan para pasien.

"Pasti kami pantau, untuk mengetahui kondisi apakah masih panas, dan sesak lagi. Mudah-mudahan dalam kondisi sehat setelah bertemu keluarga," ungkapnya.

Pasien yang telah dinyatakan sembuh, lanjut Susi, dipastikan tidak akan menulari keluarga di rumahnya karena sudah tidak membawa Virus Corona lagi. Mengenai kemungkinan terkena Covid-19 lagi, peluangnya sangat kecil karena tubuh sudah mengkopi antibody untuk menolak virus.

"Jadi silahkan para pasien yang sudah lama berpisah berkumpul lagi dengan suami dan anaknya. Tidak perlu takut menulari," tutup Susi.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Merdeka.com
Kategori:PON, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww