Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
6 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
3
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
8 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
4
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
5
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
9 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
6
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Hukum
11 jam yang lalu
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Home  /  Berita  /  Badminton
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Soal Pemangkasan Gaji, Bhayangkara Ikuti Keputusan PSSI

Soal Pemangkasan Gaji, Bhayangkara Ikuti Keputusan PSSI
Jum'at, 03 April 2020 22:25 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA:- Bhayangkara FC akan mentaati keputusan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait dengan penundaan Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020 dan juga skema pembayaran gaji pemain selama libur kompetisi.

COO Bhayangkara FC, Kombes Pol Sumardji mengatakan bahwa pihaknya mengikuti apa yang sudah menjadi keputusan federasi. Seperti diketahui pula, selain menunda kompetisi sampai 29 Mei, PSSI juga menyetujui perihal pemangkasan gaji pemain dan ofisial.

PSSI memutuskan Liga 1 2020 dihentikan dari Maret hingga Juni 2020, dengan status force majeure. Hal itu diakibatkan karena pandemi virus corona atau Covid-19 yang mewabah di Indonesia.

Selama kompetisi dihentikan, klub diperbolehkan membayar gaji para pemain dan ofisial sebesar 25 persen saja dari nilai gaji bulanan yang tertera di kontrak. Langkah ini dikarenakan, klub tidak memiliki pemasukan karena tidak adanya pertandingan.

"Kita sebagai klub mengikuti apa yang sudah diputuskan federasi. Lagipula memang saat ini tidak ada aktivitas yang dilakukan tim. Jadi kita ikuti keputusan," ujar Sumardji.

Sumardji juga akan berbicara dengan sponsor terkait dengan penundaan kompetisi. Sampai saat ini, sponsor masih bisa menerima penundaan Liga 1 2020. Namun, jika nantinya status darurat virus corona diperpanjang lebih dari 29 Mei, Bhayangkara FC tentu punya pertimbangan dengan sponsor.

"Pasti ada pertimbangan. Saya akan berbicara dengan sponsor karena kondisinya memang seperti ini. Kita akan bicara lebih lanjut dengan para sponsor," tutur Sumardji. ***

wwwwww