Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
Peristiwa
20 jam yang lalu
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
2
Yorrys Raweyai: Pelajaran Penting Kasus George Floyd untuk Papua
Politik
20 jam yang lalu
Yorrys Raweyai: Pelajaran Penting Kasus George Floyd untuk Papua
3
Koma 32 Hari, Bayi Berusia 5 Bulan Sembuh dari Covid-19
Kesehatan
20 jam yang lalu
Koma 32 Hari, Bayi Berusia 5 Bulan Sembuh dari Covid-19
4
DPR Desak PTPN V Hentikan Kasus Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit di Rohul
Peristiwa
13 jam yang lalu
DPR Desak PTPN V Hentikan Kasus Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit di Rohul
5
Solidaritas dan Kedermawanan Modal Wujudkan Keadilan Sosial
Politik
20 jam yang lalu
Solidaritas dan Kedermawanan Modal Wujudkan Keadilan Sosial
6
Prihatin Kematian George Floyd di Amerika Serikat, Aziz Syamsuddin Minta WNI Tak Ikut Demo
Politik
19 jam yang lalu
Prihatin Kematian George Floyd di Amerika Serikat, Aziz Syamsuddin Minta WNI Tak Ikut Demo
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Pemakaman Jenazah Korban Covid-19 Ditolak, Koalisi Lawan Corona Berang

Pemakaman Jenazah Korban Covid-19 Ditolak, Koalisi Lawan Corona Berang
Demo warga Serpong, Tangerang Selatan, pasca jenazah korban Covid 19-Corona dari Pamulang Dimakamkan di Serpong. (Dok. GoNews.co)
Sabtu, 04 April 2020 08:06 WIB
JAKARTA - Koalisi Lawan Corona menolak cara-cara penolakan jenazah korban Corona/Covid-19 yang marak terjadi. Menurut koalisi, ini menunjukkan penghakiman massa dan tanda bibit kebencian di masyarakat semakin meluas.

Koalisi menyesalkan lambannya gerak dari Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial dalam menyosialisasikan lokasi, prosesi, dan resiko tiap pemakaman jenazah korban Corona/Covid-19. Kelambanan ini, kata Juru Bicara Koalisi Lawan Corona. Nukila Evanty, "menyebabkan ketidakpahaman masyarakat,".

"Harusnya setiap kabupaten dan kota sudah mempunyai prosedur khusus untuk bagian pemakamannya sesuai pedoman penanganan COVID-19 tentang pemakaman jenazah dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sehingga pedoman ini dapat dipahami masyarakat dan tidak ada tindakan penolakan lagi," kata Nukila Jumat (3/4/2020).

Peneliti bidang mikrobiologi LIPI, kata Nukila, menyebutkan bahwa jenazah pasien Covid-19/Corona berpotensi menularkan penyakit jika jenazah dimandikan. "Tetapi tak berbahaya apabila sudah dimakamkan,".

"Peneliti tersebut mengatakan bahwa masyarakat sekitar tempat pemakaman tak berisiko terjangkit virus corona dari jenazah apabila tidak melakukan kontak langsung. Yyang bisa berisiko tertular adalah orang-orang yang melakukan kontak langsung dengan jenazah, misalnya petugas yang membungkus atau memandikan jenazahnya," kata Nukila.

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa jenazah korban Covid-19/Corona tidak dimandikan. Jenazah positif corona, diproses dengan tindakan cepat, dimasukkan ke dalam kantong mayat atau plastik, sehingga terbilang aman dan tak akan mencemari lingkungan makam.

Pantauan Koalisi, sejumlah penolakan atas pemakaman jenazah korban Corona telah terjadi di Serpong, Makassar, Gowa, dan Banyumas. Penolakan serupa, diharap tak lagi terjadi.

"Jangan sampai terjadi pembiaran terus menerus seperti ini. Ini manusia! Hargai juga walau dalam keadaan tidak bernyawa! Disinilah peran pemuka agama dan ustadz/ustadzah dalam memberikan dakwah langsung terkait kekeliruan tersebut," pungkas Nukila.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Umum, Peristiwa, Lingkungan, DKI Jakarta

wwwwww