Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
10 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
12 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
7 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
13 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
12 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  Badminton
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Ady Eka Jayanto Rasakan Ketatnya Persaingan

Ady Eka Jayanto Rasakan Ketatnya Persaingan
Senin, 06 April 2020 21:02 WIB
Penulis: Azhari Nasution
KEDIRI - Musim kompetisi 2020 ini menjadi pengalaman perdana bagi gelandang Persik Kediri, Ady Eka Jayanto merasakan atmosfer Kompetisi Sepakbola Liga 1. Dia mengaku pengalaman perdana tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia sangat menguras tenaga dan cukup keras.

Ady juga menyebut jika persaingan di Liga 1 sangat ketat. Menurutnya semua tim Liga 1 musim ini hampir memiliki kualitas yang merata. Sehingga dalam suatu pertandingan dibutuhkan fisik yang prima dan konsentrasi penuh selama 90 menit.

“Liga 1 cukup keras menguras tenaga dan pikiran. Makanya di Liga 1 harus benar-benar fokus dan disiplin 90 menit sampai pertandingan berakhir. Sayangnya baru nemikmati Liga 1 malah ada bencana virus seperti ini. Sedih juga tapi bagaimana lagi sudah kondisinya begini, harus sabar dulu dan semuga cepat hilang virus itu di Indonesia,” kata Ady.

Sementara untuk saat ini ketika kompetisi dihentikan sementara waktu akibat pandemi virus corona Ady tetap menjaga kebugaran fisiknya dengan berlatih secara mandiri di sekitar rumah. 

Ady memberi durasi waktu selama satu jam saat melakukan latihan yang dirasa cukup untuk menjaga kebugarannya.

“Saat ini tetap jaga kondisi setiap pagi di lapangan dekat rumah, sehari satu jam. Tugas dari coach sudah tidak ada, minggu-minggu kemarin yang ada sekarang ya latihan jaga fisik standar,” pungkasnya. ***

wwwwww