Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
16 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
13 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
18 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
10 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
11 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Bantuan APD dari Pemerintah Kok Bisa Beredar di Pasaran, Gerindra: Siapa Oknum yang Ambil Keuntungan?

Bantuan APD dari Pemerintah Kok Bisa Beredar di Pasaran, Gerindra: Siapa Oknum yang Ambil Keuntungan?
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra, Arief Poyuono. (Istimewa)
Selasa, 07 April 2020 12:37 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra, Arief Poyuono menegaskan agar dalam waktu singkat Menteri Koordinator Perekonomian segera memerintahkan Kementerian Keuangan (Menkeu) untuk disiplin dalam penyaluran dana untuk penanganan wabah virus korona (Covid-19) ini.

"Karena menurut informasi valid banyak bantuan APD (Alat Pelidung Diri. red) dari pemerintah banjir di pasar-pasar Alkes (Alat-alat Kesehatan. red), ini artinya banyak oknum-oknum pemerintah yang nakal cari keuntungan pribadi " kata dia dalam keterangan pers yang diterima bukamata.co Selasa (7/4/2020).

Dia juga menegaskan, agar Kementerian terkait untuk lebih ketat mengawasi penyaluran dana stimulus wabah virus korona yang disalurkan ke daerah. Supaya dana tersebut dibelanjakan secara tepat untuk penanggulangan Covid-19. "Dan harus dikontrol benar agar tidak bocor dikorupsi " tegasnya.

Arief juga menyarankan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus memerintahkan Menteri Pendidikan dan Menristek, serta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk melakukan pembuatan obat pencegah covid 19. Karena katanya bahan baku pasti banyak di Indonesia demi menyelamatkan masyarakat.

"Menteri Pendidikan memerintahkan pusat penelitian kampus-kampus negeri dan swasta untuk melakukan penelitian dan pembuatan obat anti Covid-19 dan menggelontorkan dana penanggulangan Covid 19 ke kampus-kampus" kata dia.

Selain itu juga katanya, Presiden Jokowi untuk memerintahkan semua industri khususnya BUMN yang bergerak dibidang farmasi supaya bisa menciptakan obat pencegah Covid-19.

"Dan APD saya yakin ahli-ahli farmalogi dan mikrobiologi serta ahli ahli fisika kedokteran kita akan mampu menciptakan obat anti Covid, APD berbahan baku lokal, dan vaksin anti Covid 19" ungkap dia.

Tidak hanya itu, Arief juga menyarankan agar Menko Perekonomian harus memerintahkan Menteri Perindustrian untuk mengarahkan industri-industri yang bisa memproduksi APD dan obat-obatan.

Kemudian katanya lagi, Menteri Perindustrian mendorong usaha jamu tradisional yang menurut Arief juga terbukti produknya mampu mencegah Covid-19.

"Menko Perekonomian disaat ini sebaiknya jangan memaksakan DPR RI untuk melanjutkan pembahasan UU Omnibus Law yang sudah tidak akan relevan diterapkan dengan adanya Covid 19, karena wabah Covid-19 sudah menyebar diseluruh dunia dan berdampak pada krisis ekonomi global" kata dia.

Selanjutnya Arief menyarankan agar Presiden Jokowi harus mengalihkan semua anggaran Alutsista. Anggaran yang ada di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) tempat dimana Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjabat, kata Arief dibuat menjadi pengadaan Alutsista yang berbasis untuk memerangi Covid-19. "Tidak perlu belanja alat-alat perang sementara ini" tegas dia.

Sebab lanjut Arief, kapal induk nuklir Amerika Serikat saja tidak mampu menangkal Covid-19. Dimana ungkapnya sejumlah 4000 awak kapalnya terjangkit Covid-19.

"Semoga kita bersama Joko Widodo bisa menyelamatkan Indonesia dari Covid-19" tutup Arief.***

wwwwww