Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
Peristiwa
19 jam yang lalu
Hasil Swab Dinyatakan Negatif Corona, Suami Minta Jenazah Istrinya Dipindahkan
2
Yorrys Raweyai: Pelajaran Penting Kasus George Floyd untuk Papua
Politik
19 jam yang lalu
Yorrys Raweyai: Pelajaran Penting Kasus George Floyd untuk Papua
3
Koma 32 Hari, Bayi Berusia 5 Bulan Sembuh dari Covid-19
Kesehatan
19 jam yang lalu
Koma 32 Hari, Bayi Berusia 5 Bulan Sembuh dari Covid-19
4
DPR Desak PTPN V Hentikan Kasus Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit di Rohul
Peristiwa
12 jam yang lalu
DPR Desak PTPN V Hentikan Kasus Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit di Rohul
5
Prihatin Kematian George Floyd di Amerika Serikat, Aziz Syamsuddin Minta WNI Tak Ikut Demo
Politik
18 jam yang lalu
Prihatin Kematian George Floyd di Amerika Serikat, Aziz Syamsuddin Minta WNI Tak Ikut Demo
6
Solidaritas dan Kedermawanan Modal Wujudkan Keadilan Sosial
Politik
19 jam yang lalu
Solidaritas dan Kedermawanan Modal Wujudkan Keadilan Sosial
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Koalisi Lawan Corona sebut BEM Pengkritik Anies Memalukan Generasi Terdidik

Koalisi Lawan Corona sebut BEM Pengkritik Anies Memalukan Generasi Terdidik
Ayuningtyas Widari Ramdhaniar (tengah), Nukila Evanty (kanan). (Foto: Dok. AWR)
Selasa, 07 April 2020 10:29 WIB
JAKARTA - Kelompok yang menamakan dirinya Aliansi BEM Jakarta, mengkritik kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang menjadikan hotel Grand Cempaka milik Pemprov DKI sebagai fasilitas untuk tenaga medis Corona/Covid-19 di Jakarta.

BEM tersebut menilai, berlebihan jika fasilitas hotel bintang 5 itu diberikan untuk tim medis. Mereka mempertanyakan, "apakah itu menjamin bahwa masyarakat Jakarta tidak terinfeksi virus Corona?".

Penelusuran daring menunjukkan, tak banyak pembelaan dari wakil rakyat kepada Anies, hanya didapati tanggapan dari Legislator Gerindra, Fadli Zon yang menilai tak adanya empati BEM tersebut jika benar pengkritik memang BEM.

Menanggapi situasi ini, Senin (6/4/2020), Juru Bicara Koalisi Lawan Corona, Nukila Evanty mengaku heran, "Ini mahasiswa apa bukan?".

"Menurut saya, tidak mencerminkan seorang yang sedang menempuh pendidikan, dan menunjukkan perangai orang yang kehilangan rasa kemanusiaannya. Protes itu harus terukur dan berperspektif bahwa tenaga medis itu penuh resiko menyelamatkan nyawa manusia!" kata alumnus Undip yang juga pemegang tiga gelar dari universitas luar negeri, masing-masing di University of Groningen Belanda , University of New South Wales Australia, dan University of Lund Swedia itu.

"Ini betul-betul memprihatinkan. Menteri Pendidikan, Para Rektor, kami mohon, tolong bina anak-anak ini! Saya nggak ingin punya generasi kasar dan tidak toleran seperti ini," kata Nukila.

"Memalukan!" tukasnya.

Senada dengan Nukila, CEO AWR Foundation, Ayuningtyas Widari Ramdhaniar bahkan menyebut, "tenaga medis itu harusnya mendapatkan fasilitas istana. Karena taruhan mereka bukan hanya nyawa tapi keluarga!".

"Mereka berjuang bukan hanya untuk orang yang mereka kenal tapi untuk seluruh manusia yang mereka tidak kenal yang sudah menjadi tanggungjawabnya. Jadi fasilitas istana yang seharusnya mereka dapatkan," ujar alumnus Universitas Indonesia itu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Umum, Politik, DKI Jakarta

wwwwww