Ratusan Ribu Karyawan dari Puluhan Ribu Perusahaan di PHK, Ini Respons Ketua MPR
![]() |
Penulis: Muslikhin Effendy
"Menurut informasi yang saya dapat ada juga sekitar 265.881 pekerja dari 30.466 perusahaan di sektor informal yang dirumahkan. Untuk itu saya mengimbau kepada perusahaan, agar terlebih dahulu mempertimbangkan untuk melakukan pengurangan upah dibandingkan PHK kepada para pekerjanya. Kalau bisa usahakan terlebih dahulu bermusyawarah dengan pekerja terkait dalam setiap pengambilan keputusan," ujar Bamsoet, Senin (13/4/2020) di Jakarta.
Selain itu, Bamsoet sapaan akarab Bambang Soesatyo, juga mengajak masyarakat terdampak Covid-19, terutama kepada masyarakat yang kehilangan mata pencaharian dan mengalami penurunan pemasukan yang cukup drastis, untuk mendaftarkan diri dalam Program Kartu Pra Kerja Pemerintah, sehingga masyarakat dapat diberikan pelatihan kerja dan bantuan dari Pemerintah.
"Hal ini agar pemerintah mudah mendata dan membagikan bantuan," urainya.
Bamsoet juga mendorong, agar Pemerintah bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di daerah dapat melakukan pemetaan yang valid terhadap masyarakat di setiap daerah, agar pendistribusian bantuan sosial (bansos) untuk warga miskin dan rentan akibat virus Corona dapat tepat sasaran.
"Pemerintah harus terus melakukan evaluasi dari program-program yang sudah dijalankan saat ini, serta terus melakukan upaya-upaya terbaik, dikarenakan adanya potensi gelombang PHK akan mencapai puncak pada Juni 2020 mendatang, dengan pekerja di sektor pariwisata dan jasa yang paling terdampak, apabila tidak ada upaya antisipasi dan pencegahan yang efektif yang dilakukan sejak saat ini," pungkasnya.***
| Kategori | : | DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic, Badminton |













