Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
20 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
21 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
17 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
17 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
15 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Kriminal

DPR: Pemerintah Gak Tegas, Acara Keagamaan Dilarang, Tapi Kerumunan Warga Kok Dibiarkan

DPR: Pemerintah Gak Tegas, Acara Keagamaan Dilarang, Tapi Kerumunan Warga Kok Dibiarkan
Ilustrasi.(Net)
Selasa, 14 April 2020 15:51 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kalangan politisi Senayan meminta pemerintah tegas terkait kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa wilayah. Pasalnya, di stasiun Bogor dan beberapa stasisun di Jabodeabek masih terjadi penumpukan calon penumpang dan berdesak-desakan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Fraksi PAN yang juga anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay dalam keterangannya, Selasa (14/4).

"Dalam konteks ini, pemerintah diminta untuk tegas dan ketat dalam menegakkan aturan PSBB," kata Saleh Daulay.

Menurut ketua DPP PAN ini, pemerintah harus menjamin kebutuhan pokok masyarakat jika memang PSBB diterapkan. Sebab, masyarakat tidak punya pilihan lain kecuali harus bekerja untuk memenuhi hajat hidup sehari-hari.

"Agar semua dapat dipatuhi, mereka yang memang kurang mampu harus dibantu. Anggaran yang ada, harus dialokasikan untuk membantu mereka. Itu adalah tindakan yang mesti dilakukan di tengah situasi sulit seperti sekarang," ujar Saleh Daulay.

Lebih lanjut, mantan ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini menyarankan pemerintah harus tegas dan berkeadilan dalam menjalakan kebijakan PSBB.

"Saya merasa bahwa PSBB tidak akan efektif. Aktivitas masyarakat di luar rumah masih ramai. Bahkan, di pagi hari, orang-orang menumpuk dan mengantri untuk masuk ke KRL. Tidak ada bedanya dengan sebelum status PSBB diberlakukan," tuturnya.

"Dan jangan sampai, kegiatan keagamaan dilarang, sementara kegiatan lain diperbolehkan. Itu sama dengan melindungi sebagian, membiarkan sebagian. Di samping tidak adil, itu juga dapat mencelakakan banyak orang," demikian Saleh Daulay menambahkan.***

wwwwww