Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
21 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
21 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
17 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
17 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
16 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Komisi IV DPR Desak Jokowi Beli Gabah dan Produk Pangan ke Petani

Komisi IV DPR Desak Jokowi Beli Gabah dan Produk Pangan ke Petani
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan. (Istimewa)
Selasa, 14 April 2020 15:39 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan meminta Presiden Jokowi membeli produk pangan petani di pedesaan seperti gabah dan lainnya.

Nantinya, bahan pokok itu bisa dibagikan gratis kepada rakyat selama pandemi virus corona (Covid-19). "Pak Jokowi, tolong negara bisa membeli produk pangan petani dan berikan gratis ke rakyat," kata Daniel, Selasa (14/4).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyebutkan, bila negara membeli 1 juta ton gabah petani dengan harga Rp4.200/kg, anggarannya cukup Rp 4,2 triliun.

"Dan ini bisa menanggung perut 65 juta rakyat selama sebulan. Kalau negara bisa membeli tiga juta ton gabah petani, maka anggaran Rp 12,6 triliun sanggup menopang beras 195 juta warga selama sebulan," tutur Daniel.

Karena itu dia memohon supaya Presiden Jokowi menyisihkan alokasi pembelian produk pangan petani tersebut dari rencana penambahan anggaran sekitar Rp1.000 triliun di APBN 2020, untuk menyelamatkan kebutuhan pangan masyarakat.

"Program ini akan membuat perputaran ekonomi di desa jadi bergeliat dan petani akan semangat untuk terus tanam. Saat ini pangan Indonesia rawan karena harga banyak yang merosot tajam sehingga petani jadi tidak bergairah untuk menanam karena harganya merosot," jelas wasekjen DPP PKB ini.

Daniel menyarankan supaya pembelian produk pangan petani ini bisa ditugaskan pemerintah kepada Badan Urusan Logistik (Bulog), BUMN, maupun swasta.

Selain itu, sebagai antisipasi wabah corona yang masih terus menyebar, Presiden Jokowi juga diminta mengambil kebijakan agar untuk sementara negara menyatakan seluruh stok beras adalah milik negara. Swasta juga tetap boleh membeli dan menjual serta dapat untung, tetapi dengan harga standar pemerintah.

"Namun yang dibeli dan dijual swasta adalah milik negara dan boleh ditaruh di gudang-gudang swasta, sehingga semua stok tercatat dan milik negara. Kebijakan ini untuk menjamin perut rakyat dan tersedianya pangan dengan harga terjangkau. Kalau tidak Indonesia akan diambang bahaya," pungkasnya.***

wwwwww