Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Bantu Karena Tak Terima Diputus Pacar, Gadis Ini Malah Dicabuli Dukun
Hukum
22 jam yang lalu
Minta Bantu Karena Tak Terima Diputus Pacar, Gadis Ini Malah Dicabuli Dukun
2
Meraup Berkah di Tanjakan Maut Sitinjau Laut Melalui Akun Youtube
Umum
23 jam yang lalu
Meraup Berkah di Tanjakan Maut Sitinjau Laut Melalui Akun Youtube
3
Penagih Utang Tewas Dikeroyok di Cipondoh, 5 Warga Diamankan Polisi
Peristiwa
21 jam yang lalu
Penagih Utang Tewas Dikeroyok di Cipondoh, 5 Warga Diamankan Polisi
4
Menghilang 1,5 Bulan, Pria di Aceh Ditemukan Tinggal Kerangka Dekat Gubuk
Peristiwa
23 jam yang lalu
Menghilang 1,5 Bulan, Pria di Aceh Ditemukan Tinggal Kerangka Dekat Gubuk
5
Bawa 20 Paket Besar Ganja, Warga Kuranji Padang Dicokok Petugas
Hukum
23 jam yang lalu
Bawa 20 Paket Besar Ganja, Warga Kuranji Padang Dicokok Petugas
6
Pj Kepala Daerah 22/23 Kewenangan Siapa? Azis Syamsuddin Dorong Pembahasan
Politik
22 jam yang lalu
Pj Kepala Daerah 22/23 Kewenangan Siapa? Azis Syamsuddin Dorong Pembahasan
Home  /  Berita  /  Kesehatan

WPF: 265 Juta Orang Kelaparan Tahun Ini, 130 Juta Akibat Corona

WPF: 265 Juta Orang Kelaparan Tahun Ini, 130 Juta Akibat Corona
Ilustrasi virus corona. (int)
Jum'at, 24 April 2020 13:17 WIB
JAKARTA - Direktur Eksekutif World Food Programme (WFP/yang merupakan bagian dari PBB), David Beasley mengatakan, 265 juta orang di dunia menderita kelaparan pada tahun 2020.

Dikutip dari liputan6.com, setengah dari total yang kelaparan itu, sambung Beaslye, diakibatkan pandemi virus corona jenis baru.

Kalangan yang paling terdampak adalah mereka yang hidup di negara-negara yang dilanda konflik, seperti Yaman dan Suriah.

''Jadi hari ini, dengan Covid-19, saya ingin menekankan bahwa kita tidak hanya menghadapi sebuah pandemi kesehatan global tetapi juga bencana kemanusiaan global. Jutaan penduduk di negara-negara berkonflik, termasuk banyak perempuan dan anak-anak, terseret menuju kelaparan,'' ujar Beasley seperti dikutip situs resmi WFP.

WFP memprediksi 130 juta orang menjadi kelaparan pada 2020 karena penyebaran virus corona jenis baru. Negara-negara Afrika dan Timur Tengah dinilai akan kena dampak parah.

Beasley mengatakan, lockdown dan resesi ekonomi bisa membuat rakyat miskin kehilangan penghasilan. Berbagai negara yang mengandalkan ekspor atau turisme juga kena dampak.

Bagi negara kaya yang terdampak virus corona, mereka juga akan kesulitan memberi bantuan ke luar negeri karena penghasilan mereka juga berkurang.

''Saat ini tidak ada bencana kelaparan. Tetapi saya harus mengingatkan kepada kalian bahwa jika kita tidak bersiap dan bertindak sekarang untuk mengamankan akses, menghindari kekurangan pendanaan, dan disrupsi perdagangan, kita bisa menghadapi banyak bencana kelaparan dalam jumlah besar dalam beberapa bulan saja,'' kata Beasley.

Untuk mencegah ancaman kelaparan meluas ke seluruh dunia, WFP akan meminta berbagai negara mengirimkan pendanaan sebesar US$ 1,9 miliar yang sudah dijanjikan. Dana itu akan digunakan menyiapkan stok untuk membantu orang-orang yang paling terdampak ekonomi.

Selain itu, WFP juga meminta tambahan US$ 350 juta untuk membangun jaringan logistik dan transportasi agar bantuan kemanusiaan tetap berjalan di seluruh dunia.

Terpisah, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyatakan, kelaparan global dapat menjadi dampak besar berikutnya dari pandemi corona. Ia mengatakan, laporan itu harus menjadi ajakan untuk bertindak.

''Pergolakan yang telah digerakkan oleh pandemi Covid-19 dapat mendorong lebih banyak keluarga dan komunitas ke dalam tekanan yang lebih dalam,'' ungkap Guterres.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Internasional, Kesehatan
wwwwww