Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
18 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
14 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
15 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
11 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
20 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
11 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  PON

Fraksi Rakyat Indonesia Bicara soal Teror di Tengah Pandemi

Fraksi Rakyat Indonesia Bicara soal Teror di Tengah Pandemi
Fraksi Rakyat Indonesia saat menggelar konferensi pers terkait Bedah Pasal RUU Ciptaker di kantor WALHI, beberapa waktu lalu. (Gambar: Dok. WALHI)
Minggu, 26 April 2020 17:12 WIB
JAKARTA - Fraksi Rakyat Indonesia (FRI) negara segera menghentikan teror terhadap masyarakat di tengah pandemi Covid-19 karena teror menunjukkan kemunduran demokrasi.

Bentuk teror disebut semakin beragam. Tak hanya lewat intimidasi atau kedatangan aparat ke lokasi kegiatan langsung, tapi juga peretasan atau percobaan peretasan gawai dan aplikasi pesan.

"Setidaknya terdapat empat pola, yaitu intimidasi, peretasan, kriminalisasi, dan pengawasan," kata Aktifis FRI, Wahyu A. Perdana dalam siaran pers, Minggu (26/4/2020).

FRI mencatat sejak Februari 2020 terjadi beberapa pola untuk memberangus suara kritis publik. Diantaranya; Intimidasi terhadap gerakan menolak Rancangan Undang-Undang Omnibus Law dan protes penanganan Covid-19; Peretasan terhadap Fajar (Ketua BEM UI), Azhar, Merah Johansyah (Jatam), dan Syahdan Husein (Gejayan Memanggil); Percobaan peretasan akun Twitter Koordinator Jarigan Desa Kita R Sumakto @DesaKita2 dan akun Facebook seorang jurnalis, Mawa Kresna; Kriminalisasi terhadap pegiat Aksi Kamisan Malang, peneliti independen kebijakan publik Ravio Patra, dan 3 pemuda yang aktif dalam gerakan berbasis edukasi dan solidaritas di Tangerang; Pengawasan aktivitas oleh Polri dan orang tak dikenal pada Solidaritas Pangan Yogyakarta dan LBH Medan.

"Pemerintah segera mengevaluasi Polri dan pihak-pihak yang seharusnya menjaga keamanan masyarakat," kata Wahyu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Nasional, Metropolitan, PON
wwwwww