Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
22 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
23 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
19 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
18 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Sepakbola
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Meski Tanpa Keluarga, Nuridin Davronov Betah di Kota Tepian

Meski Tanpa Keluarga, Nuridin Davronov Betah di Kota Tepian
Minggu, 26 April 2020 22:18 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SAMARINDA - Ketika sebagian besar pemain asing mudik ke negara asalnya, gelandang Borneo FC, Nuriddin Davronov memilih tetap tinggal di Samarinda, Kalimantan Timur. Meski jauh dari keluarga, eks Madura United ini mengaku betah berada di Kota Tepian.

Dua legiun asing Borneo FC yakni Diogo Campos dan Francisco Torres sejak bulan lalu pulang ke Brasil. Sementara Nuriddin Davronov tak bisa mudik karena di negaranya Tajikistan menutup akses penerbangan.

Hasrat Nuriddin untuk mudik juga nyaris mustahil. Sebab pemerintah resmi menutup penerbangan domestik dan internasional sejak dua hari lalu. Berlaku hingga awal Juni.

Kebijakan pemerintah tak membuat Nuriddin berkecil hati. Justru sebaliknya, dia mengaku betah. "Saya tidak pulang. Justru lebih aman sementara berada di Samarinda," kata Nuriddin.

Berada jauh dari keluarga bukan persoalan besar. Nuriddin mengaku hanya merindukan atmosfer kompetisi. "Saya sangat merindukan sepak bola. Semoga pemerintah bisa melindungi seluruh warga agar tak berdampak lebih buruk," harapnya.

Jika situasi kondusif, Nuriddin ingin menyempatkan pulang. Namun dia tak mau memaksakan.

Selama berada di Samarinda, Nuriddin menghabiskan waktu dengan rutin olahraga. Berstatus pemain profesional, menjaga kebugaran merupakan tugas utama. "Saya hobi bersepeda. Kebetulan di Stadion Segiri ada lintasan yang bisa dipakai," pungkasnya. *** 

wwwwww