Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Ekonomi

2 Karyawan Positif Corona dan Meninggal Dunia, Pabrik Rokok Sampoerna Tutup

2 Karyawan Positif Corona dan Meninggal Dunia, Pabrik Rokok Sampoerna Tutup
Ilustrasi. (net)
Kamis, 30 April 2020 19:10 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
SURABAYA  - Emiten rokok, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) memutuskan untuk menutup salah satu fasilitas produksinya, yakni pabrik Rungkut 2 di Surabaya, dan area sekitarnya setelah dua karyawan yang bekerja di pabrik tersebut dinyatakan positif terpapar virus corona atau Covid-19 dan meninggal dunia.

Penutupan pabrik yang dilakukan sejak 27 April itu untuk pembersihan dan sanitasi. Direktur HM Sampoerna Elvira Lianita mengatakan penutupan ini akan dilakukan hingga waktu yang akan ditentukan kemudian.

Perusahaan telah memberikan data dan informasi terkait karyawan yang dinyatakan positif Covid-19 kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya dan Jawa Timur.

"Selanjutnya, sesuai arahan dan koordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami juga telah menerapkan protokol yang dianjurkan antara lain penyemprotan disinfektan di seluruh fasilitas pabrik, melakukan contact tracing, meminta karyawan untuk karantina mandiri, melakukan test Covid-19, dan bekerjasama dengan rumah sakit setempat," kata Elvira dalam siaran persnya, Kamis (30/4/2020).

Selanjutnya, perusahaan telah memberikan cuti kepada karyawan yang positif Covid-19 dan yang melakukan karantina mandiri hingga yang harus merawat anggota keluarganya yang positif Covid-19. Namun perusahaan rokok ini memastikan untuk tetap memberikan gaji kepada karyawannya.

Sementara itu, untuk memastikan kualitas produksinya tak terganggu, HM Sampoerna melakukan karantina produk selama 5 hari sebelum produk tersebut didistribusikan. Hal ini dilakukan sesuai dengan anjuran dari European Centre for Disease Prevention and Control (European CDC) dan World Health Organization (WHO).

Sebagai pencegahan, sejak Maret 2020 perusahaan telah melakukan pembatasan akses ke fasilitas produksi hanya bagi karyawan yang berkepentingan. Perusahaan juga menerapkan protokol kesehatan dan kebersihan seperti yang dianjurkan kepada karyawannya di fasilitas produksi.

Sementara untuk karyawan non-produksi telah memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) sejak 16 Maret 2020. Perjalanan bisnis juga dikurangi intensitasnya dan diskusi dilakukan secara daring.

Sedangkan untuk karyawan fungsi bisnis kritikal dan masih harus bertugas di lapangan dipastikan tetap melaksanakan protokol kesehatan dan rutin melakukan desinfektan di kantor dan fasilitas lainnya. Kunjungan lapangan juga diminimalkan dan hanya fokus pada in call mission.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan manajemen perusahaan terkait dengan informasi ini.

"Kami sudah bertemu dengan manajemen [HMSP] untuk menangani persoalan ini," katanya seperti dikutip dari kantor berita RI, Antara. Manajemen, katanya, juga membenarkan bahwa terdapat dua karyawannya positif Covid-19, dirawat di rumah sakit dan meninggal dunia.***

wwwwww