Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
7 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
3
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
8 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
4
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
10 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
5
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
6
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Hukum
11 jam yang lalu
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Home  /  Berita  /  Olympic

Berantam dengan ABK China, 6 ABK Indonesia Melompat ke Laut, Satu Diantaranya Asal Sumbar

Berantam dengan ABK China, 6 ABK Indonesia Melompat ke Laut, Satu Diantaranya Asal Sumbar
Ilustrasi TIM SAR. (Istimewa)
Minggu, 03 Mei 2020 20:04 WIB
PADANG - Seorang Anak Buah Kapal asal Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat, Adithya Sebastian dilaporkan hilang di perairan Malaysia, setelah yang bersangkutan diduga meloncat dari atas kapal bersama lima rekannya.

Menurut keterangan paman korban, Adrizal, di Padang, dari informasi rekan korban yang selamat, pada 7 April 2020 terjadi perkelahian antara enam ABK Indonesia dengan ABK Tiongkok di atas kapal Fu Yuan Yu 1218 tepatnya di perairan Selat Malaka dengan Singapura.

Kemudian, enam awak kapal itu terjun ke laut dan empat orang berhasil diselamatkan oleh maritim Malaysia dan sudah dipulangkan ke Indonesia.

"Dua lagi, Adithya Sebastian dan temannya, Sugiyana Ramadhan asal Sukabumi, tidak jelas nasibnya sampai saat ini," ujarnya.

Kemudian pihak perusahaan atas nama Jhon Albert menghubungi kami keluarga dan menyampaikan tidak ada kekerasan di kapal.

"Perusahaan sudah melaporkan ke Kementerian Luar Negeri dan pihak perusahaan kini menunggu info dari Kemenlu," kata dia.

Sementara itu, berdasarkan dokumen pemberitahuan dari PT Mandiri Tunggal Bahari selaku perusahaan penyalur menjelaskan berdasarkan pengakuan kapten kapal enam ABK asal Indonesia terjun pada Selasa 7 April 2020 pukul 02.43 dini hari.

Pada awalnya kapten kapal tidak mengetahui ada enam ABK yang terjun ke laut dan setelah dicari ke seluruh penjuru kapal selama satu jam tidak ditemukan sama sekali.

Kemudian kapten kapal menyadari enam ABK tersebut terjun ke laut setelah melihat rekaman CCTV.

Menurut kapten kapal mereka ingin pulang karena posisi kapal sudah dekat antara Selat Malaka dan Singapura.

Saat kejadian empat ABK berhasil diselamatkan kapal lain yang melintas dan dua ABK belum ditemukan hingga hari ini.

Terkait hal itu paman korban berharap keponakannya segera ditemukan dan ditindaklanjuti oleh pemangku kepentingan terkait.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:ANTARA
Kategori:Sumatera Barat, Nasional, Olympic, PON
wwwwww