Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
12 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
2
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
13 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
3
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
5 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
4
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
10 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Politik
8 jam yang lalu
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Home  /  Berita  /  Sepakbola

PSSI Masih Terbelenggu Profit Tanpa Pikirkan Pembinaan dan Prestasi

PSSI Masih Terbelenggu Profit Tanpa Pikirkan Pembinaan dan Prestasi
Ketua Umum MSBI, Sarman El Hakim
Senin, 04 Mei 2020 21:44 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Prestasi Timnas Sepakbola Indonesia dipastikan tidak akan bisa bangkit selagi pengurus PSSI di bawah kepemimpinan Mochamad Iriawan yang akrab dipanggil Iwan Bule tidak memahami tugas dan fungsinya. Saat ini, PSSI hanya mengejar bisnis (profit) saja tanpa memikirkan pembinaan dan prestasi sepakbola Indonesia.

"Bagaimana prestasi Timnas Sepakbola Indonesia bisa meningkat kalau pengurus PSSI tidak mengerti tugas dan fungsinya. Faktanya, pak Iwan Bule selaku pimpinan PSSI masih saja terbelenggu dengan pola pengurus PSSI sebelumnya yang hanya mementingkan profit orientied (bisnis semata) tanpa memikirkan pembinaan dan prestasi Timnas Indonesia," kata Ketua Umum Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI). Sarman El Hakim di Jakarta, Sabtu ( 4/5/2020).

"Harusnya pengurus PSSI mengingat pesan almarhum Bung Karno yang jelas menyebutkan bahwa PSSI itu tidak boleh dikuasai perseorangan atau kelompok. Apalagi, PSSI itu didirikan untuk menjadikan sepak bola adalah alat pemersatu dan perjuangan bangsa," tambahnya.

Sebagai bukti kepengurusan PSSI periode 2019-2023 mementingkan profit, kata Sarman, Iwan Bule menempatkan Wakil Ketua Umum PSSI Cucu Somantri sebagai Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB).

"Harusnya PSSI hanya memikirkan program pembinaan prestasi bukan profit seperti yang terjadi sekarang. Posisi PSSI itu kan sudah jelas sebagai organisasi olahraga non profit sementara PT LIB itu badan usaha yang mengutamakan profit. Jadi, wajar saja kalau terjadi kemelut yang saat ini terjadi sehubungan keberadaan Cucu Somantri sebagai Direktur PT LIB," jelasnya.

Untuk bisa meningkatkan prestasi Timnas Sepakbola Indonesia, kata Sarman, Iwan Bule harus memisahkan PSSI dengan PT LIB dengan tidak menempatkan lagi pengurus PSSI di dalamnya.

"Di sinilah komitmen pak Iwan Bule dibutuhkan untuk memisahkan PSSI dengan PT LIB. Kalau pola lama tetap dipertahankan, saya bisa pastikan prestasi Timnas Indonesia yang sangat diharapkan masyarakat Indonesia tidak akan bisa tercapai," tegasnya.

Pria yang aktif mengkampanyekan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 menggantikan Qatar ini juga menyoroti klaim Plt. Sekjen, Yunus Nusi yang menyatakan bahwa saat ini administrasi di PSSI jauh lebih rapi sejak kehadiran Wakil Sekjen.

"Sukses Plt Sekjen PSSI itu bukan hanya diukur dengan administrasi. Coba kalau saya tanyakan apakah PSSI punya kantor? Atau apakah Plt Sekjen berani mengevalusi kinerja PT LIB yang dipegang Wakil Ketua Umum PSSI?. Ya, pasti tidak akan ada jawabannya," tanya Sarman.

Saat ini, Indonesia berada di peringkat 171 dari 209 anggota FIFA. "Ini sejarah terburuk PSSI berada di peringkat 171," katanya. ***


wwwwww