Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
20 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
20 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
16 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
16 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
14 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Sepakbola

PSSI Masih Terbelenggu Profit Tanpa Pikirkan Pembinaan dan Prestasi

PSSI Masih Terbelenggu Profit Tanpa Pikirkan Pembinaan dan Prestasi
Ketua Umum MSBI, Sarman El Hakim
Senin, 04 Mei 2020 21:44 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Prestasi Timnas Sepakbola Indonesia dipastikan tidak akan bisa bangkit selagi pengurus PSSI di bawah kepemimpinan Mochamad Iriawan yang akrab dipanggil Iwan Bule tidak memahami tugas dan fungsinya. Saat ini, PSSI hanya mengejar bisnis (profit) saja tanpa memikirkan pembinaan dan prestasi sepakbola Indonesia.

"Bagaimana prestasi Timnas Sepakbola Indonesia bisa meningkat kalau pengurus PSSI tidak mengerti tugas dan fungsinya. Faktanya, pak Iwan Bule selaku pimpinan PSSI masih saja terbelenggu dengan pola pengurus PSSI sebelumnya yang hanya mementingkan profit orientied (bisnis semata) tanpa memikirkan pembinaan dan prestasi Timnas Indonesia," kata Ketua Umum Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI). Sarman El Hakim di Jakarta, Sabtu ( 4/5/2020).

"Harusnya pengurus PSSI mengingat pesan almarhum Bung Karno yang jelas menyebutkan bahwa PSSI itu tidak boleh dikuasai perseorangan atau kelompok. Apalagi, PSSI itu didirikan untuk menjadikan sepak bola adalah alat pemersatu dan perjuangan bangsa," tambahnya.

Sebagai bukti kepengurusan PSSI periode 2019-2023 mementingkan profit, kata Sarman, Iwan Bule menempatkan Wakil Ketua Umum PSSI Cucu Somantri sebagai Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB).

"Harusnya PSSI hanya memikirkan program pembinaan prestasi bukan profit seperti yang terjadi sekarang. Posisi PSSI itu kan sudah jelas sebagai organisasi olahraga non profit sementara PT LIB itu badan usaha yang mengutamakan profit. Jadi, wajar saja kalau terjadi kemelut yang saat ini terjadi sehubungan keberadaan Cucu Somantri sebagai Direktur PT LIB," jelasnya.

Untuk bisa meningkatkan prestasi Timnas Sepakbola Indonesia, kata Sarman, Iwan Bule harus memisahkan PSSI dengan PT LIB dengan tidak menempatkan lagi pengurus PSSI di dalamnya.

"Di sinilah komitmen pak Iwan Bule dibutuhkan untuk memisahkan PSSI dengan PT LIB. Kalau pola lama tetap dipertahankan, saya bisa pastikan prestasi Timnas Indonesia yang sangat diharapkan masyarakat Indonesia tidak akan bisa tercapai," tegasnya.

Pria yang aktif mengkampanyekan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 menggantikan Qatar ini juga menyoroti klaim Plt. Sekjen, Yunus Nusi yang menyatakan bahwa saat ini administrasi di PSSI jauh lebih rapi sejak kehadiran Wakil Sekjen.

"Sukses Plt Sekjen PSSI itu bukan hanya diukur dengan administrasi. Coba kalau saya tanyakan apakah PSSI punya kantor? Atau apakah Plt Sekjen berani mengevalusi kinerja PT LIB yang dipegang Wakil Ketua Umum PSSI?. Ya, pasti tidak akan ada jawabannya," tanya Sarman.

Saat ini, Indonesia berada di peringkat 171 dari 209 anggota FIFA. "Ini sejarah terburuk PSSI berada di peringkat 171," katanya. ***

wwwwww