Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum Projamin Ambroncius Dijemput Paksa Usai Jadi Tersangka
Hukum
15 jam yang lalu
Ketum Projamin Ambroncius Dijemput Paksa Usai Jadi Tersangka
2
Gus Jazil Bilang Ketidak Disiplinan Masyarakat Penyebab Kasus Covid-19 Tembus 1 Juta
MPR RI
19 jam yang lalu
Gus Jazil Bilang Ketidak Disiplinan Masyarakat Penyebab Kasus Covid-19 Tembus 1 Juta
3
Ada 7 Calon Tersangka Kasus Asabri dan Masih Bisa Bertambah
Hukum
24 jam yang lalu
Ada 7 Calon Tersangka Kasus Asabri dan Masih Bisa Bertambah
4
Dukcapil Terbitkan Akta Kematian 53 Korban Insiden SJY182
Pemerintahan
24 jam yang lalu
Dukcapil Terbitkan Akta Kematian 53 Korban Insiden SJY182
5
270 Pabrik di Karawang jadi Klaster Penyebaran Covid-19
Kesehatan
22 jam yang lalu
270 Pabrik di Karawang jadi Klaster Penyebaran Covid-19
6
Bamsoet Dukung Penegakan Hukum Berbasis Elektronik
MPR RI
19 jam yang lalu
Bamsoet Dukung Penegakan Hukum Berbasis Elektronik
Home  /  Berita  /  MPR RI

Bamsoet Berikan Sembako untuk Guru Ngaji, Pimpinan Majelis Taklim dan Pengurus Mushola

Bamsoet Berikan Sembako untuk Guru Ngaji, Pimpinan Majelis Taklim dan Pengurus Mushola
Sabtu, 09 Mei 2020 22:25 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BEKASI - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo melalui Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas (GERAK BS) dan Relawan 4 Pilar, kembali memberikan bantuan kemanusiaan agar masyarakat bisa terbantu menjalani Ramadhan walaupun dihadapi pandemi Covid-19. Bantuan berupa ratusan paket sembako kali ini ditujukan kepada para guru ngaji, pimpinan majelis taklim, dan pengurus mushola di Kota Bekasi.

"Jika setiap kelompok masyarakat tergerak hatinya bergotong royong membantu sesama, niscaya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai salah satu langkah memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 tidak akan sulit dijalani. Saudara kita yang bekerja di sektor informal serta mengandalkan pendapatan harian, tak akan terbebani hidupnya. Mereka bisa tenang berdiam diri di rumah, minimal karena pasokan sembakonya aman," ujar Junaedi Elvis Wakil Ketua Dewan Pembina Gerak BS yang mewakili Bamsoet usai menyerahkan bantuan, di Bekasi, Sabtu (9/5/20).

Atas dasar itulah, menurut Elvis, Bamsoet ingin menekankan bahwa bantuan yang diberikan ini sejatinya merupakan hak para guru ngaji, pimpinan majelis taklim, dan pengurus musholla. Karena telah mengikhlaskan diri ikut berjuang melawan Covid-19, salah satunya dengan berdiam diri di rumah serta mengurangi berbagai aktifitas walaupun hal itu merupakan salah satu sumber pendapatan bagi mereka.

"Jika kelompok masyarakat saja bisa cepat bergotongroyong memberikan bantuan, seharusnya pemerintah dari mulai tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota juga bisa cepat bekerja mendistribusikan bantuan sosial menggunakan anggaran yang ada. Jangan sampai rakyat mendengar adanya kendala di birokrasi ataupun ego sektoral masin-masing lembaga. Toh, anggaran tersebut pada dasarnya bersumber dari rakyat. Sudah sepatutnya juga digunakan untuk sebesarnya kehidupan rakyat," tegas Elvis.

Tenaga Ahli Ketua MPR RI ini menilai bahwa pandemi Covid-19 itu menjadi ujian besar bagi para pemimpin. Mau sibuk beretorika, saling lempar kesalahan, atau bekerja cepat dan tepat menangani virus Covid-19 guna menyelematkan kehidupan rakyat.

"Disisi lain pamdemi Covid-19 juga menjadi ujian bagi rakyat untuk jernih menilai kualitas seorang pemimpin. Rakyat berhak dan harus memprotes jika pemimpin di masing-masing daerahnya tak becus dalam bekerja. Pemimpin yang cekatan pasti akan mendapat apresiasi," pungkas Bamsoet.***

wwwwww