Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapal China Kepergok Lintasi Laut Indonesia, Sukamta: Tenggelamkan!
Politik
11 jam yang lalu
Kapal China Kepergok Lintasi Laut Indonesia, Sukamta: Tenggelamkan!
2
Kemenpora Berencana Vaksinasi Atlet, Hetifah Tekankan Skema Prioritas
DPR RI
13 jam yang lalu
Kemenpora Berencana Vaksinasi Atlet, Hetifah Tekankan Skema Prioritas
3
GG PAN: Pemecatan Arief Budiman Harus Jelas dan Terukur
Politik
12 jam yang lalu
GG PAN: Pemecatan Arief Budiman Harus Jelas dan Terukur
4
Soal Realisasi Anggaran Tahun 2020, Menpora Dapat Apresiasi Komisi X DPR RI
Olahraga
11 jam yang lalu
Soal Realisasi Anggaran Tahun 2020, Menpora Dapat Apresiasi Komisi X DPR RI
5
Pastikan Pelayanan Prima, 70 'Mystery Shopper' Nyamar jadi Pemohon di Disdukcapil
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Pastikan Pelayanan Prima, 70 Mystery Shopper Nyamar jadi Pemohon di Disdukcapil
6
Fraksi PKS DPR Minta BPK Komitmen Awasi Penyaluran Dana Penanganan Covid-19
Politik
11 jam yang lalu
Fraksi PKS DPR Minta BPK Komitmen Awasi Penyaluran Dana Penanganan Covid-19
Home  /  Berita  /  Umum

Covid-19 jadi Katalisator Perubahan, Indonesia Memasuki Krisis Multidimensi

Covid-19 jadi Katalisator Perubahan, Indonesia Memasuki Krisis Multidimensi
Ilustrasi. (Gambar: Tom Baker via Pshicologytoday.com)
Sabtu, 09 Mei 2020 16:50 WIB
JAKARTA - "Covid-19 telah menjadi katalisator yang mempercepat terjadinya proses perubahan global. Tinggal bagaimana selanjutnya setiap komponen memanfaatkan ini sebagai momentum dalam memperbaiki bumi, manusia dan interaksi diantara keduanya," bunyi kutipan dokumen kajian IGJ.

Dalam kajiannya, Indonesia for Global Justice (IGJ) menyatakan, Pandemi Corona/Covid-19 telah membawa Indonesia memasuki krisis multidimensi, yang berpeluang jauh lebih besar dari krisis ekonomi global tahun 2008 atau bahkan dari krisis Asia tahun 1998.

Fakta bahwa 80 negara telah mengajukan permintaan bantuan kepada IMF (International Monetary Fund), mendorong IMF pada tanggal 27 Maret 2020 lalu menyatakan, dunia telah memasuki resesi ekonomi secara global. Menjadi sebagian kecil data yang tersaji dalam kajian yang dirilis beberapa waktu lalu itu.

"Ya multidimensi karena pertama misalnya soal ekonomi, lihat bagaimana dampaknya jelas telanjang mata. Lihat bagaimana kebijakan ekonomi pemerintah, lihat juga bagaikan potret PHK terjadi dimana-mana, aktivitas ekonomi masyarakat kecil menurun, dan potret lainnya yang begitu jelas telanjang mata," kata Maulana, perwakilan IGJ saat dihubungi, Sabtu (9/5/2020).

Indonesia, kata Maulana, juga telah mamasuki krisis demokrasi. Maulana, menyinggung peretasan seluler aktivis dan beberapa insan pergerakan, termasuk wartawan di tengah pandemi. "Kebebasan berekspresi dibatasi,".

Ada juga krisis pangan. "Ini tidak bisa kita abaikan. Pemerintah juga telah menyampaikan pentingnya mewaspadai ini. Faktanya sekarang, negara-negara juga membatasi ekspor bahan pangan mereka. Pangan mereka kini difokuskan untuk kebutuhan domestiknya,".

"Berbagai data telah kami sampaikan dalam kajian. Semoga kita semua bisa lebih peduli untuk membaca situasi lebih dalam," kata Maulana.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Umum
wwwwww