Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
13 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
15 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
11 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
11 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
14 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
12 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  PON

Covid-19 jadi Katalisator Perubahan, Indonesia Memasuki Krisis Multidimensi

Covid-19 jadi Katalisator Perubahan, Indonesia Memasuki Krisis Multidimensi
Ilustrasi. (Gambar: Tom Baker via Pshicologytoday.com)
Sabtu, 09 Mei 2020 16:50 WIB
JAKARTA - "Covid-19 telah menjadi katalisator yang mempercepat terjadinya proses perubahan global. Tinggal bagaimana selanjutnya setiap komponen memanfaatkan ini sebagai momentum dalam memperbaiki bumi, manusia dan interaksi diantara keduanya," bunyi kutipan dokumen kajian IGJ.

Dalam kajiannya, Indonesia for Global Justice (IGJ) menyatakan, Pandemi Corona/Covid-19 telah membawa Indonesia memasuki krisis multidimensi, yang berpeluang jauh lebih besar dari krisis ekonomi global tahun 2008 atau bahkan dari krisis Asia tahun 1998.

Fakta bahwa 80 negara telah mengajukan permintaan bantuan kepada IMF (International Monetary Fund), mendorong IMF pada tanggal 27 Maret 2020 lalu menyatakan, dunia telah memasuki resesi ekonomi secara global. Menjadi sebagian kecil data yang tersaji dalam kajian yang dirilis beberapa waktu lalu itu.

"Ya multidimensi karena pertama misalnya soal ekonomi, lihat bagaimana dampaknya jelas telanjang mata. Lihat bagaimana kebijakan ekonomi pemerintah, lihat juga bagaikan potret PHK terjadi dimana-mana, aktivitas ekonomi masyarakat kecil menurun, dan potret lainnya yang begitu jelas telanjang mata," kata Maulana, perwakilan IGJ saat dihubungi, Sabtu (9/5/2020).

Indonesia, kata Maulana, juga telah mamasuki krisis demokrasi. Maulana, menyinggung peretasan seluler aktivis dan beberapa insan pergerakan, termasuk wartawan di tengah pandemi. "Kebebasan berekspresi dibatasi,".

Ada juga krisis pangan. "Ini tidak bisa kita abaikan. Pemerintah juga telah menyampaikan pentingnya mewaspadai ini. Faktanya sekarang, negara-negara juga membatasi ekspor bahan pangan mereka. Pangan mereka kini difokuskan untuk kebutuhan domestiknya,".

"Berbagai data telah kami sampaikan dalam kajian. Semoga kita semua bisa lebih peduli untuk membaca situasi lebih dalam," kata Maulana.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, PON
wwwwww