Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
Kesehatan
22 jam yang lalu
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
2
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
MPR RI
21 jam yang lalu
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
3
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
Umum
22 jam yang lalu
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
4
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
5
Manajemen dan Nasabah Bumiputera Diharapkan Segera Bertemu
DPR RI
21 jam yang lalu
Manajemen dan Nasabah Bumiputera Diharapkan Segera Bertemu
6
Soal Pemekaran Wilayah, Nono Sampono: Kalimantan Sama Penting dengan Papua
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Soal Pemekaran Wilayah, Nono Sampono: Kalimantan Sama Penting dengan Papua
Home  /  Berita  /  Umum

Covid-19 jadi Katalisator Perubahan, Indonesia Memasuki Krisis Multidimensi

Covid-19 jadi Katalisator Perubahan, Indonesia Memasuki Krisis Multidimensi
Ilustrasi. (Gambar: Tom Baker via Pshicologytoday.com)
Sabtu, 09 Mei 2020 16:50 WIB
JAKARTA - "Covid-19 telah menjadi katalisator yang mempercepat terjadinya proses perubahan global. Tinggal bagaimana selanjutnya setiap komponen memanfaatkan ini sebagai momentum dalam memperbaiki bumi, manusia dan interaksi diantara keduanya," bunyi kutipan dokumen kajian IGJ.

Dalam kajiannya, Indonesia for Global Justice (IGJ) menyatakan, Pandemi Corona/Covid-19 telah membawa Indonesia memasuki krisis multidimensi, yang berpeluang jauh lebih besar dari krisis ekonomi global tahun 2008 atau bahkan dari krisis Asia tahun 1998.

Fakta bahwa 80 negara telah mengajukan permintaan bantuan kepada IMF (International Monetary Fund), mendorong IMF pada tanggal 27 Maret 2020 lalu menyatakan, dunia telah memasuki resesi ekonomi secara global. Menjadi sebagian kecil data yang tersaji dalam kajian yang dirilis beberapa waktu lalu itu.

"Ya multidimensi karena pertama misalnya soal ekonomi, lihat bagaimana dampaknya jelas telanjang mata. Lihat bagaimana kebijakan ekonomi pemerintah, lihat juga bagaikan potret PHK terjadi dimana-mana, aktivitas ekonomi masyarakat kecil menurun, dan potret lainnya yang begitu jelas telanjang mata," kata Maulana, perwakilan IGJ saat dihubungi, Sabtu (9/5/2020).

Indonesia, kata Maulana, juga telah mamasuki krisis demokrasi. Maulana, menyinggung peretasan seluler aktivis dan beberapa insan pergerakan, termasuk wartawan di tengah pandemi. "Kebebasan berekspresi dibatasi,".

Ada juga krisis pangan. "Ini tidak bisa kita abaikan. Pemerintah juga telah menyampaikan pentingnya mewaspadai ini. Faktanya sekarang, negara-negara juga membatasi ekspor bahan pangan mereka. Pangan mereka kini difokuskan untuk kebutuhan domestiknya,".

"Berbagai data telah kami sampaikan dalam kajian. Semoga kita semua bisa lebih peduli untuk membaca situasi lebih dalam," kata Maulana.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Nasional, Umum

wwwwww